bacakoran.co

Bonus Atlet Belum Cair, Dedi Mulyadi Tuai Pujian Kontak Bupati Bekasi di Depan Mahasiswa Unpad Jatinangor

Dedi Mulyadi Tindaklanjuti Aduan Atlet di Depan Mahasiswa Unpad Jatinangor --Tangkap Layar/Kompascom

BACAKORAN.CO - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung mengeluarkan handphone dan menelepon Bupati Kabupaten Bekasi setelah menerima aduan langsung dari atlet Popda dan Popnas yang mengaku bonus prestasinya belum cair.

Momen tersebut terjadi saat Dedi menghadiri kuliah umum interaktif bersama calon mahasiswa Universitas Padjadjaran di Jatinangor, Senin (10/8/2026).

Di hadapan ratusan mahasiswa, sang gubernur yang akrab disapa KDM menunjukkan respons cepat terhadap keluhan atlet berprestasi.

Bonus tingkat provinsi yang disebut bernilai Rp30 juta sudah ditandatangani namun belum diterima atlet.

BACA JUGA:Publik Murka! Aldi Taher Akui Norak Usai Terobos Panggung Band Jet di TSP Vol.9, Ini Kronologinya

Dedi meminta kepastian proses pencairan secepatnya dalam minggu yang sama.

Kronologi Momen di Unpad Jatinangor

Kegiatan kuliah umum interaktif di kampus Unpad Jatinangor menjadi ajang terbuka bagi calon mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi.

Salah satu peserta yang juga atlet Popda dan Popnas menyampaikan keluhan bahwa bonus prestasi tingkat Provinsi Jawa Barat belum dicairkan meski dokumen sudah ditandatangani.

Dedi Mulyadi tidak menunda.

Di depan kamera dan mahasiswa, ia langsung mengeluarkan ponsel dan mencoba menghubungi Bupati Kabupaten Bekasi.

BACA JUGA:Viral Challenge Hafal Surah Ad-Duha Berhadiah Botol Miras di The Sounds Project, Netizen Geram

Menurut laporan, upaya video call sempat dilakukan namun bupati tidak segera menjawab.

Dedi tetap meminta agar proses diselesaikan dalam minggu itu.

Sebagaimana dikutip dari akun X @kompascom pada tanggal 11 Agustus 2026, momen tersebut terekam jelas dan segera tersebar luas.

Bonus Atlet Belum Cair, Dedi Mulyadi Tuai Pujian Kontak Bupati Bekasi di Depan Mahasiswa Unpad Jatinangor

Rex

Deby Tri


bacakoran.co - gubernur jawa barat dedi mulyadi langsung mengeluarkan handphone dan menelepon bupati kabupaten bekasi setelah menerima aduan langsung dari atlet popda dan popnas yang mengaku prestasinya belum cair.

momen tersebut terjadi saat dedi menghadiri kuliah umum interaktif bersama calon mahasiswa universitas padjadjaran di jatinangor, senin (10/8/2026).

di hadapan ratusan mahasiswa, sang gubernur yang akrab disapa kdm menunjukkan respons cepat terhadap keluhan atlet berprestasi.

bonus tingkat provinsi yang disebut bernilai rp30 juta sudah ditandatangani namun belum diterima atlet.

dedi meminta kepastian secepatnya dalam minggu yang sama.

kronologi momen di unpad jatinangor

kegiatan kuliah umum interaktif di kampus unpad jatinangor menjadi ajang terbuka bagi calon mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi.

salah satu peserta yang juga atlet popda dan popnas menyampaikan keluhan bahwa bonus prestasi tingkat provinsi jawa barat belum dicairkan meski dokumen sudah ditandatangani.

dedi mulyadi tidak menunda.

di depan kamera dan mahasiswa, ia langsung mengeluarkan ponsel dan mencoba menghubungi bupati kabupaten bekasi.

menurut laporan, upaya video call sempat dilakukan namun bupati tidak segera menjawab.

dedi tetap meminta agar proses diselesaikan dalam minggu itu.

sebagaimana dikutip dari akun x @kompascom pada tanggal 11 agustus 2026, momen tersebut terekam jelas dan segera tersebar luas.

video yang diunggah menunjukkan interaksi langsung antara gubernur, atlet, dan suasana panggung yang penuh perhatian.

detail bonus dan popda-popnas

bonus yang menjadi pokok aduan adalah apresiasi tingkat provinsi senilai sekitar rp30 juta.

atlet menyatakan sudah menandatangani dokumen, tetapi dana belum masuk rekening.

popda (pekan olahraga daerah) dan popnas (pekan olahraga nasional) merupakan ajang penting pembinaan atlet muda.

keterlambatan pencairan sering menjadi isu berulang di berbagai daerah karena proses administrasi, verifikasi, atau koordinasi antarinstansi.

dedi mulyadi menekankan pentingnya kepastian.

ia meminta agar persoalan diselesaikan tanpa menunggu lama.

sikap ini konsisten dengan gaya kepemimpinannya yang sering menindaklanjuti keluhan masyarakat secara langsung, baik melalui media sosial maupun di depan publik.

selain aduan bonus, dalam kesempatan yang sama dedi juga berinteraksi dengan calon mahasiswa lain.

alah satunya muhammad arif hidayat, calon mahasiswa sastra sunda unpad asal lampung yang merupakan anak buruh tani.

ia mendapat bantuan biaya kos dua tahun atau lima semester dari dedi mulyadi.

respons publik dan komentar netizen

video momen tersebut cepat viral. banyak netizen mengapresiasi kecepatan respons gubernur.

“ya allah banyakin pejabat seperti kdm,” tulis salah satu pengguna di kolom komentar video terkait. “alhamdulillah ada bapak aing. jadi uang bonus anak-anak cair,” tulis akun lain.

“kalau masalah harus dilaporkan ke gubernur baru diurus, bagaimana dengan yang tidak sempat ngadu?” demikian salah satu komentar.

Tag
Share