bacakoran.co

Desil 9-10 Berpotensi Dilarang Beli BBM Subsidi, Simak Kriteria Pengeluaran Lengkapnya

Pemerintah Kaji Larang Desil 9-10 Beli Pertalite--Twitter

Menurut perhitungan ahli, desil 9 mengonsumsi sekitar 21,4 liter Pertalite per bulan per rumah tangga.

Pembatasan berpotensi menghemat hingga Rp8,9 triliun berdasarkan data Susenas.

Sistem Pertamina dinilai sudah cukup siap.

Purbaya menyebutkan, “Pertamina sedang menguji sistem, saya sudah melihat sistemnya. Mereka bisa saja yang desil 9-10 enggak bisa beli yang bersubsidi. Dia mesti bayar Pertamax atau yang lain.”

Selain berdasarkan desil, pembatasan juga mempertimbangkan jenis kendaraan.

Bahlil mencontohkan, “Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi.”

BACA JUGA:Video Viral Perwira Polisi Pukul Driver di Sumbar, Kapolda Perintahkan Propam Usut Tuntas

Reaksi Publik dan Kekhawatiran Kelas Menengah

Diskusi di media sosial X langsung ramai. Banyak yang mempertanyakan batas desil 9.

“Bagaimana bisa dari menengah bawah langsung loncat ke Extremely rich atau super kaya. Desil 9 Menengah ke bawah, Desil 10 Super kaya. Lagi lagi kaum menengah harus dikorbankan,” tulis @RBSShelby.

Netizen lain menyoroti pendekatan berdasarkan pengeluaran.

“Kalau dilihat dari pengeluaran, ya pasti mirip2 antara miskin sampe menengah menuju kaya, coba lihatnya dari pendapatan,” komentar @el_bendoyo.

BACA JUGA:Publik Murka! Aldi Taher Akui Norak Usai Terobos Panggung Band Jet di TSP Vol.9, Ini Kronologinya

Sebagian mendukung agar subsidi lebih adil.

“Yaudah, kalo gitu biarin SPBU Swasta dilepas aja harganya jangan harus di atas pertamina,” saran @ahrielad.

Kekhawatiran utama adalah kelas menengah (desil 7–9) yang merasa terhimpit.

Desil 9-10 Berpotensi Dilarang Beli BBM Subsidi, Simak Kriteria Pengeluaran Lengkapnya

Jo

Tri


bacakoran.co - pemerintah tengah mengkaji pembelian bbm subsidi, khususnya pertalite, bagi masyarakat kelompok ekonomi atas atau desil 9 dan 10.

rencana ini disampaikan menteri keuangan purbaya yudhi sadewa dan menteri esdm bahlil lahadalia setelah rapat koordinasi di jakarta, selasa, 11 agustus 2026.

tujuannya agar anggaran ratusan triliun rupiah benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak.

kebijakan belum diterapkan segera, melainkan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan setelah sistem pertamina siap.

pemerintah berencana membatasi akses bbm subsidi bagi rumah tangga dengan tingkat pengeluaran tertinggi.

“jadi tadi kita bahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10. supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap,” ujar menteri keuangan purbaya yudhi sadewa usai rapat dengan menteri esdm bahlil lahadalia.

bahlil menekankan alasan utama kebijakan ini.

“masa orang kaya harus kita subsidi, contoh pertalite, desil 9, desil 10 masih kena, masih dapat subsidi. nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam. supaya apa? angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” kata bahlil.

rencana ini muncul di tengah kesadaran bahwa sebagian besar konsumsi bbm subsidi masih dinikmati kelompok mampu.

data sebelumnya menunjukkan 20 persen rumah tangga terkaya (desil 9-10) menyumbang porsi signifikan konsumsi pertalite.

daftar lengkap pengeluaran per desil

sebagaimana dikutip dari akun x @lambesahamjja pada tanggal 12 agustus 2026, berikut rincian estimasi pengeluaran bulanan rumah tangga berdasarkan desil yang beredar luas:

desil 1: di bawah rp500 ribu  

desil 2: rp500–700 ribu  

desil 3: rp700–900 ribu  

desil 4: rp900 ribu–rp1,2 juta  

desil 5: rp1,2–1,5 juta  

desil 6: rp1,5–1,8 juta  

desil 7: rp1,8–2,3 juta  

desil 8: rp2,3–3,5 juta  

desil 9: rp3,5–5 juta  

desil 10: di atas rp5 juta  

angka ini menjadi acuan diskusi publik.

desil 9 dan 10 dianggap kelompok atas yang seharusnya beralih ke pertamax atau bbm non-subsidi.

mengapa desil 9 dan 10 jadi sasaran?

desil adalah pembagian populasi menjadi 10 kelompok setara berdasarkan tingkat kesejahteraan, biasanya diukur dari pengeluaran atau pendapatan.

desil 1 mewakili 10 persen termiskin, desil 10 mewakili 10 persen terkaya.

menurut perhitungan ahli, desil 9 mengonsumsi sekitar 21,4 liter pertalite per bulan per rumah tangga.

pembatasan berpotensi menghemat hingga rp8,9 triliun berdasarkan data susenas.

sistem pertamina dinilai sudah cukup siap.

purbaya menyebutkan, “pertamina sedang menguji sistem, saya sudah melihat sistemnya. mereka bisa saja yang desil 9-10 enggak bisa beli yang bersubsidi. dia mesti bayar pertamax atau yang lain.”

selain berdasarkan desil, pembatasan juga mempertimbangkan jenis kendaraan.

bahlil mencontohkan, “jangan pakai bmw, pakai mercy, masa pakai minyak subsidi.”

reaksi publik dan kekhawatiran kelas menengah

diskusi di media sosial x langsung ramai. banyak yang mempertanyakan batas desil 9.

“bagaimana bisa dari menengah bawah langsung loncat ke extremely rich atau super kaya. desil 9 menengah ke bawah, desil 10 super kaya. lagi lagi kaum menengah harus dikorbankan,” tulis @rbsshelby.

netizen lain menyoroti pendekatan berdasarkan pengeluaran.

“kalau dilihat dari pengeluaran, ya pasti mirip2 antara miskin sampe menengah menuju kaya, coba lihatnya dari pendapatan,” komentar @el_bendoyo.

sebagian mendukung agar subsidi lebih adil.

“yaudah, kalo gitu biarin spbu swasta dilepas aja harganya jangan harus di atas pertamina,” saran @ahrielad.

kekhawatiran utama adalah kelas menengah (desil 7–9) yang merasa terhimpit.

pengeluaran rp3,5–5 juta per bulan untuk rumah tangga sering kali masih terasa berat, terutama di kota besar dengan biaya hidup tinggi.

mereka khawatir otomatis digolongkan “kaya” dan kehilangan akses bbm murah.

Tag
Share