bacakoran.co - selebriti dan pelari cindy gulla mengungkapkan kekecewaannya setelah fotonya digunakan oleh kementerian pemuda dan olahraga () untuk mempromosikan event merdeka run 2026.
menurut cerita yang beredar, pihak kemenpora sempat mengirim pesan langsung meminta penggunaan foto untuk keperluan edukasi lari, namun hanya berselang empat menit foto tersebut sudah diposting sebagai materi promosi.
cindy menegaskan dirinya tidak pernah diundang, tidak pernah diwawancarai, dan tidak ikut serta dalam ajang tersebut.
kronologi lengkap penggunaan foto cindy gulla
pada minggu, 16 agustus 2026, akun x @lambesahamjja membagikan rangkaian cerita yang diklaim berasal dari pengalaman cindy gulla.
sebagaimana dikutip dari akun x @lambesahamjja pada tanggal 16 agustus 2026, berikut ringkasan kronologinya:
pihak kemenpora menghubungi cindy melalui pesan langsung (dm) meminta izin menggunakan fotonya untuk publikasi edukasi olahraga lari di kanal media sosial resmi @kemenpora dan @merdekarun_indonesia.
dalam pesan tersebut dinyatakan bahwa penggunaan foto bersifat murni edukasi dan informasi publik, bukan untuk tujuan komersial.
hanya berselang sekitar empat menit, foto yang sama sudah digunakan dalam materi promosi merdeka run.
cindy belum sempat membalas pesan tersebut.
ia merasa kecewa karena ternyata foto dipakai untuk promosi event, bukan sekadar edukasi.
cindy menegaskan tidak tahu-menahu soal race tersebut, tidak diundang, tidak pernah diinterview, dan secara tegas menyatakan tidak ikut merdeka run.
meski belum ada izin resmi, foto tetap dipublikasikan.
cuplikan pesan yang beredar menunjukkan isi dm kemenpora yang meminta izin secara sopan, dilengkapi pernyataan “murni untuk kepentingan edukasi dan informasi publik”.
namun kecepatan posting setelah dm tersebut menjadi titik kritis yang memicu kritik.
mengapa kasus ini viral dan menjadi perhatian publik
cindy gulla dikenal luas sebagai mantan anggota jkt48 yang kemudian aktif di dunia lari jarak jauh dan trail running.
pengalamannya mengikuti berbagai event lari, termasuk marathon internasional membuat fotonya memiliki nilai visual yang kuat untuk konten olahraga.
penggunaan foto tanpa konfirmasi izin resmi menimbulkan pertanyaan soal standar operasional prosedur (sop) humas kementerian dalam mengelola konten yang melibatkan individu.
reaksi netizen beragam namun mayoritas menyoroti persoalan izin.
“kemenpora dm: ‘izin mau pakai foto ya kak’. jeda 4 menit: ‘bodo amat dibalas apa enggak, yang penting udah dm, sikat posting!’ definisi ‘izin’ versi humas kementerian 2026!” tulis @mintandmorrow.
komentar lain dari @andrsdwang menyebut praktik tersebut mencerminkan “mental kampungan” di level negara, sementara @bennyhawe mempertanyakan kompetensi tim komunikasi.
selain kritik, ada juga suara yang meminta sikap bijak.
banyak netizen menghargai cindy yang memilih menyampaikan kekecewaan secara terbuka tanpa berlebihan.
“kenapa sih orang2 ga kompeten di bidangnya harus mengisi posisi2 bergaji tinggi di pemerintahan??? tim humasnya luar biasa dongo sih ini,” tulis salah satu netizen yang mengomentari thread tersebut.