bacakoran.co

Viral! Dua Bendera Berkibar dari Banda Aceh hingga Sanggau, Netizen Tanyakan: Tanda Apa Ini?

Dari Banda Aceh ke Kalimantan Simbol Protes, Bendera Daerah dan Kekhawatiran Rakyat--Twitter

BACAKORAN.CO  - Pada 15 Agustus 2026, peringatan 21 tahun penandatanganan MoU Helsinki di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, berubah menjadi kericuhan setelah sekelompok massa mengibarkan bendera bulan bintang (identik dengan simbol Gerakan Aceh Merdeka) dan menurunkan bendera Merah Putih.

Hampir bersamaan di Kalimantan Barat muncul pengibaran bendera Borneo Raya (merah-kuning-biru) sebagai bentuk protes ketimpangan pembangunan.

Video dan foto kedua aksi viral di media sosial, termasuk postingan akun X @yaniarsim pada 15 Agustus 2026 yang menampilkan dua bendera tersebut dengan caption “2 Bendera berkibar Aceh dan Kalimantan. Prediksi Prabowo 2030 Indonesia bubar”.

Kronologi Kericuhan di Banda Aceh

Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 semula dirancang sebagai momen zikir, doa, dan refleksi perdamaian yang dicapai pada 15 Agustus 2005.

BACA JUGA:Kekecewaan Rakyat Aceh Tak Terbendung: Pemulihan Pascabencana hingga Bendera Bulan Bintang di Masjid Raya

Ribuan warga dari berbagai kabupaten berkumpul di kompleks Masjid Raya Baiturrahman.

Situasi memanas sekitar pukul 11.25 WIB ketika sebagian massa mencoba memasang bendera bulan bintang di tiang yang sebelumnya mengibarkan Merah Putih.

Aparat TNI yang berjaga melarang aksi tersebut. Beberapa tembakan peringatan ke udara dilepaskan, membuat massa tiarap.

Bentrokan pun terjadi massa melempari aparat dengan batu dan benda keras, mengejar personel TNI, dan membakar satu unit sepeda motor milik aparat.

Seorang peserta aksi mengalami luka di kepala dan dilarikan ke rumah sakit.

Massa kemudian bergerak ke Pendopo Gubernur, menurunkan sejumlah Merah Putih di sepanjang jalan, dan meneriakkan slogan terkait Aceh.

BACA JUGA:Heboh! Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu/Kg di Pidato Prabowo, Istana: Kita Cek Ulang

“Sangat kita sayangkan kejadian ini. TNI mengimbau mari kita hormati simbol negara,” ujar Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Muhammad Nas. 

Sebagaimana dikutip dari akun X @yaniarsim pada tanggal 15 Agustus 2026, postingan yang menampilkan foto aksi di Banda Aceh dan ilustrasi bendera Borneo Raya dengan peta Kalimantan segera mendapatkan puluhan ribu views dan ribuan interaksi.

Viral! Dua Bendera Berkibar dari Banda Aceh hingga Sanggau, Netizen Tanyakan: Tanda Apa Ini?

Jo

Deby Tri


bacakoran.co  - pada 15 agustus 2026, peringatan 21 tahun penandatanganan mou helsinki di halaman masjid raya baiturrahman, banda aceh, berubah menjadi kericuhan setelah sekelompok massa mengibarkan bendera bulan bintang (identik dengan simbol gerakan aceh merdeka) dan menurunkan

hampir bersamaan di kalimantan barat muncul bendera borneo raya (merah-kuning-biru) sebagai bentuk protes ketimpangan pembangunan.

video dan foto kedua aksi viral di media sosial, termasuk postingan akun x @yaniarsim pada 15 agustus 2026 yang menampilkan dua bendera tersebut dengan caption “2 bendera berkibar aceh dan kalimantan. prediksi prabowo 2030 indonesia bubar”.

kronologi kericuhan di banda aceh

peringatan hari damai aceh ke-21 semula dirancang sebagai momen zikir, doa, dan refleksi perdamaian yang dicapai pada 15 agustus 2005.

ribuan warga dari berbagai kabupaten berkumpul di kompleks masjid raya baiturrahman.

situasi memanas sekitar pukul 11.25 wib ketika sebagian massa mencoba memasang bendera bulan bintang di tiang yang sebelumnya mengibarkan merah putih.

aparat tni yang berjaga melarang aksi tersebut. beberapa tembakan peringatan ke udara dilepaskan, membuat massa tiarap.

bentrokan pun terjadi massa melempari aparat dengan batu dan benda keras, mengejar personel tni, dan membakar satu unit sepeda motor milik aparat.

seorang peserta aksi mengalami luka di kepala dan dilarikan ke rumah sakit.

massa kemudian bergerak ke pendopo gubernur, menurunkan sejumlah merah putih di sepanjang jalan, dan meneriakkan slogan terkait aceh.

“sangat kita sayangkan kejadian ini. tni mengimbau mari kita hormati simbol negara,” ujar kepala pusat penerangan tni mayjen muhammad nas. 

sebagaimana dikutip dari akun x @yaniarsim pada tanggal 15 agustus 2026, postingan yang menampilkan foto aksi di banda aceh dan ilustrasi bendera borneo raya dengan peta kalimantan segera mendapatkan puluhan ribu views dan ribuan interaksi.

bendera bulan bintang memiliki sejarah panjang di aceh.

bagi sebagian warga, ia merepresentasikan identitas dan memori perjuangan.

bagi negara simbol tersebut terkait erat dengan konflik bersenjata yang diakhiri mou helsinki.

perdamaian 2005 membuka ruang politik lokal, partai lokal, dan otonomi khusus melalui uu pemerintahan aceh.

namun implementasi kewenangan, fiskal, dan pengelolaan sumber daya alam masih menjadi perdebatan hingga 2025–2026.

pemerintah aceh dan dpra sempat mendorong revisi uu tersebut.

pengalaman bencana banjir dan longsor akhir 2025 di aceh juga memperkuat rasa ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap kecepatan penanganan.

simbol bulan bintang sempat muncul dalam konvoi bantuan sebelumnya.

di kalimantan barat, khususnya kabupaten sanggau, bendera borneo raya (berakar dari bendera dayak besar tahun 1945) dikibarkan oleh aliansi borneo raya menggugat.

aksi ini menuntut keadilan pembagian hasil sumber daya alam dan infrastruktur yang lebih merata.

“kami ada, kami punya identitas, dan kami ingin didengar. ketika suara tak lagi didengar, bendera dipilih untuk berbicara,” demikian pernyataan tertulis aliansi tersebut.

mereka menegaskan bahwa pengibaran tersebut bukan gerakan separatis, melainkan protes pembangunan dan menyepakati penempatan merah putih di posisi lebih tinggi.

Tag
Share