Gempa M5,2 Guncang Nagekeo NTT Hari Ini, Terasa hingga Ende! BMKG Ungkap Potensi Tsunami
Gempa M5,2 Guncang Nagekeo NTT Hari Ini, Terasa hingga Ende! BMKG Ungkap Potensi Tsunami.gbr.BMKG--
Gempa M5,2 Guncang Nagekeo NTT Hari Ini, Terasa hingga Ende, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
BACAKORAN.CO – Gempa bumi Magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 10.13.28 WIB.
BMKG menyebut gempa berpusat di laut dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami. Getarannya dirasakan di Kabupaten Nagekeo hingga Ende.
Gempa Nagekeo Hari Ini M5,2 Berpusat di Laut
Berdasarkan parameter BMKG, pusat gempa berada sekitar 54 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
BACA JUGA:Gempa M7,7 NTT: Tim Solidaritas NTB Tempuh Perjalanan Panjang, Bawa Tenaga Medis hingga Dapur Umum
Berikut data gempa Nagekeo 19 Agustus 2026:
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Tanggal | 19 Agustus 2026 |
| Waktu | 10.13.28 WIB |
| Magnitudo | 5,2 |
| Kedalaman | 10 km |
| Lokasi | Laut, 54 km timur laut Mbay, Nagekeo |
| Koordinat | 8,23 LS - 121,51 BT |
| Potensi tsunami | Tidak berpotensi tsunami |
BMKG mencatat gempa dirasakan dengan intensitas III-IV MMI di Nagekeo dan IV MMI di Ende.
Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan masyarakat. Benda-benda ringan di dalam rumah juga dapat ikut bergetar.
BACA JUGA:Gempa M7,7 Guncang Flores, Semeru Kembali Erupsi: Indonesia Hadapi Ancaman Bencana Beruntun
Gempa Dangkal, Warga Diminta Tetap Waspada
Gempa M5,2 tersebut tergolong dangkal karena pusatnya berada pada kedalaman 10 kilometer.
Namun, dampak gempa tidak hanya ditentukan oleh magnitudo. Jarak dari episentrum, kondisi tanah, serta kualitas bangunan turut memengaruhi tingkat guncangan.
Masyarakat yang merasakan gempa disarankan memeriksa kondisi rumah. Perhatikan bagian dinding, plafon, tiang, dan struktur bangunan lainnya.
Jika ditemukan kerusakan serius, hindari memasuki bangunan sebelum dinyatakan aman.
Apakah Gempa Nagekeo Berpotensi Tsunami?
Tidak. Gempa M5,2 di Nagekeo pada 19 Agustus 2026 dinyatakan BMKG tidak berpotensi tsunami.
Masyarakat tetap perlu mengikuti informasi resmi BMKG. Hindari mempercayai atau menyebarkan informasi mengenai tsunami yang belum terkonfirmasi.