Langkah Kecil Aqa Ikut Kibarkan Merah Putih di Puncak Dempo
Muhammad Hakam Haqiqi atau akrab disapa Aqa. (foto: almi/sumeks)--
Langkahnya mungkin belum selebar para pendaki dewasa. Namun, tekad Muhammad Hakam Haqiqi alias Aqa tak kalah panjang.
Bocah kelas VI SD Negeri 16 Sukajadi, Pelangkenidai, Kota Pagar Alam, itu ikut menapakkan kaki menuju Puncak Gunung Dempo untuk mengibarkan Merah Putih dalam peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Di tengah rombongan Tim Gabungan Bentang Merah Putih, sosok Aqa memang mudah mencuri perhatian. Tubuhnya yang masih mungil berdiri di antara para pendaki yang jauh lebih berpengalaman. Tetapi wajahnya justru memancarkan antusiasme.
Pendakian ini menjadi pengalaman pertama Aqa menuju Puncak Dempo. Momen tersebut sekaligus menjadi bagian dari agenda pengibaran bendera pada 17 Agustus 2026. Tim gabungan akan membentangkan Sang Merah Putih sepanjang 2.026 meter di salah satu titik tertinggi Sumatera Selatan itu.
BACA JUGA:Pendaki Dempo Asal Palembang Hilang Semalam, Ditemukan Selamat di Tengah Hutan
BACA JUGA:Wisata Pagar Alam Seru Abis! Eksplor Tanjung Sakti, Bukit Tungguan & Gunung Dempo
Bagi Aqa, perjalanan menuju puncak bukan sekadar soal menaklukkan medan terjal. Ada rasa ingin tahu yang lebih besar. Dia ingin mengenal alam dari dekat sekaligus merasakan bagaimana sebuah tujuan harus diperjuangkan.
Terbiasa Menjelajah Alam
Semangat Aqa rupanya bukan muncul tiba-tiba. Sejak kecil, dia terbiasa mengikuti sang ayah, Panca Putra, dalam berbagai aktivitas luar ruang.
Sang ibu, Rodiah Ufa, mengatakan aktivitas fisik sudah menjadi bagian dari keseharian putranya. Karena itu, tantangan mendaki Gunung Dempo tidak dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan.
“Dia memang semangat sekali. Dari kecil sering ikut ayah beraktivitas di luar. Jadi aktivitas fisik bukan sesuatu yang asing bagi Aqa,” ujar Rodiah.
BACA JUGA:Begal Sadis yang Tewaskan Wanita Muda di Kertapati Tertangkap, Pelaku Ditembak
Pengalaman menjelajah alam yang dimiliki Aqa pun cukup beragam. Hampir setiap akhir pekan, dia diajak ayahnya mengeksplorasi kawasan alam. Salah satunya Curup Koko. Aqa juga pernah mengikuti aktivitas canyoneering.
Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika bocah kelahiran Pagar Alam, 21 Maret 2015, itu menghadapi tantangan baru: pendakian Gunung Dempo.