bacakoran.co

Kementerian PKP Gandeng Pengembang Senior, Program 3 Juta Rumah Dipercepat dan Makin Terarah

Kementerian PKP memperkuat sinergi dengan pengembang senior untuk mempercepat Program 3 Juta Rumah dan memperluas akses hunian layak serta terjangkau bagi masyarakat.-Foto:ist-

Kementerian PKP Gandeng Pengembang Senior, Program 3 Juta Rumah Dipercepat dan Makin Terarah

isya

djarwo


bacakoran.co - kementerian perumahan dan kawasan permukiman (pkp) memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan pengembang senior nasional untuk mempercepat realisasi program 3 juta rumah.

langkah tersebut menjadi perhatian terbaru sektor karena pemerintah tidak hanya mengejar jumlah rumah yang dibangun, tetapi juga berupaya memastikan hunian tersedia dengan harga terjangkau, lokasi yang sesuai, kualitas yang baik, serta dukungan pembiayaan bagi masyarakat.

pertemuan antara menteri pkp maruarar sirait, menteri dalam negeri tito karnavian, menteri atr/bpn nusron wahid dan sejumlah pengembang senior berlangsung di jakarta pada kamis, 20 agustus 2026.

forum tersebut digunakan untuk menyerap masukan, kritik, serta pengalaman pelaku industri properti dalam memperkuat ekosistem perumahan nasional.

tujuan utamanya adalah mempercepat pembangunan rumah sekaligus membangun ekosistem perumahan yang lebih sehat.

pkp menilai pemerintah tidak dapat bekerja sendiri untuk mencapai target program 3 juta rumah.

dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengembang, perbankan, lembaga pembiayaan, dunia usaha dan masyarakat.

dalam pertemuan tersebut, sejumlah program dibahas, termasuk rumah subsidi melalui flpp, kur perumahan, rusun subsidi, bedah rumah, hingga dukungan csr dari sektor swasta.

menteri pkp maruarar sirait juga menekankan pentingnya regenerasi pengembang.

pemerintah ingin mendorong munculnya pengembang baru yang bertanggung jawab dan berkualitas agar kapasitas pembangunan rumah nasional semakin besar.

program 3 juta rumah dirancang sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.

karena itu, persoalan yang dibahas pemerintah dan pengembang cukup luas. salah satunya adalah kepastian tata ruang dan ketersediaan lahan.

menteri atr/bpn nusron wahid dalam forum tersebut menyampaikan perkembangan integrasi lahan pertanian pangan berkelanjutan (lp2b) ke dalam rencana tata ruang daerah.

secara nasional, progres verifikasi usulan lp2b telah mencapai 87,53 persen, melampaui target minimal nasional sebesar 87 persen dari luasan lahan baku sawah.

sebanyak 30 provinsi juga telah melewati target tersebut.

kepastian tata ruang dinilai penting agar pembangunan perumahan dapat berjalan lebih cepat tanpa mengabaikan perlindungan lahan pertanian.

harga rumah dan biaya kepemilikan ikut menjadi perhatian

tantangan lain yang dibahas adalah keterjangkauan harga rumah dan biaya yang harus ditanggung masyarakat.

menteri dalam negeri tito karnavian menyampaikan langkah pemerintah dalam mendorong pembebasan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (bphtb) menjadi 0 persen bagi masyarakat kecil melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.

selain itu, insentif perpajakan juga menjadi bagian dari pembahasan karena dapat membantu menekan harga rumah dan menjaga daya beli masyarakat.

para pengembang senior juga mengapresiasi kebijakan perpanjangan ppn ditanggung pemerintah (ppn dtp) 100 persen yang dinilai dapat membantu mempertahankan daya beli sekaligus mendukung pertumbuhan sektor properti.

pemerintah dorong rumah susun untuk masyarakat perkotaan

program perumahan juga diarahkan pada pengembangan hunian vertikal, khususnya di wilayah perkotaan yang menghadapi keterbatasan lahan.

kementerian pkp mendorong skema pembiayaan rusun subsidi melalui kpr inden sebagai salah satu pilihan agar masyarakat berpenghasilan rendah (mbr) dapat memperoleh hunian vertikal yang layak di kawasan perkotaan.

langkah tersebut sejalan dengan sejumlah proyek hunian vertikal yang tengah disiapkan pemerintah, termasuk pengembangan kawasan berbasis transportasi publik.

salah satu perkembangan terbaru adalah rencana pembangunan 1.232 unit rusun tod manggarai yang terdiri dari tiga menara hunian dan ruang retail.

proyek ini dirancang untuk mengintegrasikan tempat tinggal dengan akses transportasi publik dan aktivitas ekonomi.

capaian kpr subsidi terus bertambah

percepatan program 3 juta rumah juga didukung peningkatan penyaluran kpr subsidi.

data yang dilaporkan pada awal agustus 2026 menunjukkan realisasi pembangunan dan pembiayaan rumah melalui skema kpr sejak kementerian pkp mulai beroperasi telah mencapai 400.231 unit rumah.

dari jumlah tersebut, sebanyak 138.740 unit direalisasikan melalui tiga kali akad massal kpr flpp.

rekor terbesar terjadi di batang pada 30 juli 2026 dengan 62.710 unit kpr flpp.

capaian tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan menjadi salah satu komponen penting dalam mempercepat kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

ada target akad massal 71.000 rumah

kementerian pkp juga menyiapkan langkah lanjutan.

maruarar sirait menyampaikan bahwa pemerintah akan melaksanakan akad massal 71.000 rumah di jawa timur pada desember 2026.

pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama pengembang senior pada 20 agustus 2026.

target tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah berusaha menjaga momentum percepatan penyaluran pembiayaan rumah subsidi hingga akhir tahun.

 dampaknya bagi calon pembeli rumah

bagi masyarakat yang sedang mencari rumah, penguatan sinergi pemerintah dan pengembang berpotensi memberikan beberapa manfaat, terutama dari sisi:

  • semakin banyak pilihan rumah subsidi;
  • akses pembiayaan yang lebih luas;
  • upaya menekan biaya kepemilikan rumah;
  • pengembangan hunian vertikal di perkotaan;
  • peningkatan kualitas dan tata kelola perumahan;
  • kepastian pembangunan melalui kolaborasi pemerintah dan pengembang.

namun, calon pembeli tetap perlu memperhatikan legalitas tanah, kualitas bangunan, lokasi, akses transportasi, fasilitas lingkungan, serta kemampuan membayar cicilan sebelum mengambil kpr.

Tag
Share