bacakoran.co - waktu terasa berjalan cepat karena otak tidak selalu merasakan waktu berdasarkan hitungan jam dan menit.
rutinitas yang berulang, banyaknya aktivitas, usia, perhatian, serta cara otak menyimpan kenangan dapat membuat suatu periode terasa berlalu lebih singkat.
pernah merasa baru saja memasuki awal bulan, tetapi tiba-tiba sudah mendekati akhir bulan?
atau mungkin pernah merasa liburan yang sudah ditunggu-tunggu berlalu begitu cepat, sementara ketika sedang menunggu sesuatu, beberapa menit terasa sangat lama?
perasaan tersebut cukup umum dialami manusia.
padahal, secara objektif, waktu tetap berjalan dengan kecepatan yang sama.
satu hari tetap memiliki 24 jam dan satu jam tetap terdiri dari 60 menit.
yang berubah bukan kecepatannya, melainkan cara otak mempersepsikan dan mengingat perjalanan waktu.
waktu sebenarnya tidak berjalan lebih cepat
ketika seseorang mengatakan, "waktu terasa cepat," yang dimaksud sebenarnya adalah persepsi terhadap waktu.
jam terus berjalan secara konsisten.
namun, pengalaman subjektif seseorang terhadap satu periode dapat berbeda.
contohnya, satu jam ketika sedang melakukan aktivitas yang menyenangkan bisa terasa sangat singkat.
sebaliknya, satu jam ketika menunggu sesuatu dapat terasa sangat lama.
artinya, pengalaman terhadap waktu dipengaruhi oleh kondisi psikologis dan apa yang sedang dilakukan seseorang.
1. rutinitas membuat hari terasa mirip
salah satu alasan mengapa waktu terasa semakin cepat adalah rutinitas yang berulang.
bayangkan seseorang menjalani pola yang hampir sama setiap hari: bangun, kuliah atau bekerja, pulang, makan, menggunakan ponsel, tidur, kemudian mengulanginya lagi.
karena aktivitas tersebut sudah sangat familiar, otak tidak perlu memberikan perhatian yang sama besar terhadap setiap detail.
akibatnya, ketika melihat kembali satu minggu atau satu bulan yang sudah berlalu, periode tersebut dapat terasa seperti lewat begitu saja.
hal ini berbeda ketika seseorang melakukan perjalanan ke tempat baru.
banyak hal baru yang dilihat, suara yang didengar, tempat yang dikunjungi, dan pengalaman yang terjadi membuat otak memiliki lebih banyak informasi untuk diproses dan diingat.
2. pengalaman baru membuat kenangan terasa lebih padat
aktivitas baru dapat membuat suatu periode terasa lebih panjang ketika dikenang.
misalnya, seseorang yang menghabiskan satu minggu dengan mencoba berbagai kegiatan baru mungkin memiliki banyak kenangan berbeda.
sementara itu, satu minggu yang dihabiskan dengan rutinitas yang sama mungkin hanya meninggalkan sedikit peristiwa yang terasa menonjol.
inilah salah satu alasan mengapa masa kecil sering terasa sangat panjang ketika dikenang.
bagi anak-anak, banyak pengalaman merupakan sesuatu yang baru.
mereka terus mengenal lingkungan, belajar keterampilan baru, bertemu orang baru, dan mengalami berbagai hal untuk pertama kalinya.
ketika dewasa, sebagian aktivitas berubah menjadi rutinitas sehingga hari-hari terasa lebih mirip satu sama lain.
3. usia juga memengaruhi persepsi waktu
banyak orang merasa tahun-tahun berlalu semakin cepat ketika bertambah usia.
salah satu penjelasan yang sering dibahas dalam psikologi adalah proporsi waktu yang telah dijalani.
bagi anak berusia 5 tahun, satu tahun merupakan bagian yang sangat besar dari seluruh hidupnya.
sementara bagi seseorang yang sudah berusia 30 tahun, satu tahun hanya menjadi bagian yang jauh lebih kecil dibandingkan keseluruhan pengalaman hidupnya.
ini bukan berarti otak secara harfiah mempercepat waktu seiring bertambahnya usia.
namun, perspektif terhadap satu periode dapat berubah.
karena itu, satu tahun dapat terasa sangat panjang ketika masih kecil, tetapi terasa jauh lebih singkat ketika sudah dewasa.
4. terlalu sibuk membuat kita tidak memperhatikan waktu
kesibukan juga dapat membuat waktu terasa berlalu tanpa disadari.
ketika seseorang sedang mengerjakan tugas, bekerja, belajar, atau menyelesaikan banyak aktivitas sekaligus, perhatian lebih banyak diarahkan pada pekerjaan tersebut.
akibatnya, waktu menjadi sesuatu yang tidak terlalu diperhatikan.
tiba-tiba seseorang melihat jam dan menyadari bahwa beberapa jam sudah berlalu.
sebaliknya, ketika tidak ada aktivitas yang menarik perhatian, seseorang cenderung lebih sadar terhadap berjalannya waktu.
itulah sebabnya menunggu selama 30 menit dapat terasa lebih lama dibandingkan menghabiskan 30 menit melakukan aktivitas yang disukai.
5. ponsel dan media sosial bisa membuat waktu tidak terasa
penggunaan smartphone juga dapat berhubungan dengan persepsi waktu sehari-hari.
membuka media sosial selama beberapa menit dapat berubah menjadi aktivitas selama satu jam tanpa terasa.
satu video berlanjut ke video lain, kemudian pengguna berpindah ke platform berbeda atau membaca komentar.
karena perhatian terus mendapatkan rangsangan baru, seseorang bisa kehilangan kesadaran mengenai berapa lama waktu telah berlalu.
bukan berarti smartphone secara langsung membuat waktu berjalan lebih cepat.
yang berubah adalah perhatian kita terhadap waktu ketika sedang tenggelam dalam aktivitas tertentu.
kenapa menunggu membuat waktu terasa lama?
menariknya, fenomena ini memiliki sisi yang berlawanan.
ketika seseorang sedang menunggu, perhatian justru lebih banyak diarahkan kepada waktu.
misalnya, menunggu kendaraan selama 10 menit dapat terasa sangat lama karena seseorang terus melihat jam dan memikirkan kapan kendaraan akan datang.
ketika perhatian terus diarahkan pada waktu, setiap menit menjadi lebih terasa.
sebaliknya, ketika perhatian dialihkan ke aktivitas lain, periode yang sama dapat terasa jauh lebih singkat.
kenapa liburan cepat berlalu?
liburan merupakan contoh menarik mengenai persepsi waktu.
saat sedang menikmati perjalanan, seseorang mungkin merasa beberapa hari berlalu sangat cepat.
namun ketika mengingatnya beberapa bulan kemudian, periode tersebut bisa terasa penuh dengan pengalaman karena terdapat banyak kejadian berbeda yang tersimpan dalam memori.
dengan kata lain, pengalaman saat menjalani suatu periode dan pengalaman ketika mengingat periode tersebut dapat berbeda.
ketika sedang menikmati aktivitas, perhatian biasanya terserap oleh pengalaman.
ketika mengenangnya kembali, jumlah peristiwa yang diingat dapat memengaruhi bagaimana panjang periode tersebut terasa.
bagaimana agar waktu tidak terasa berlalu begitu saja?
tidak mungkin menghentikan waktu.
namun, seseorang dapat membuat kehidupan sehari-hari terasa lebih berkesan dengan memperbanyak pengalaman yang bermakna.
beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
coba aktivitas baru
tidak harus sesuatu yang mahal atau ekstrem.
mencoba makanan baru, mempelajari keterampilan baru, mengunjungi tempat berbeda, atau mencoba hobi baru sudah dapat memberikan variasi.
kurangi rutinitas yang terlalu monoton
jika memungkinkan, sesekali ubah pola aktivitas. misalnya memilih rute berbeda ketika bepergian atau melakukan kegiatan berbeda di akhir pekan.
kurangi kebiasaan scroll tanpa tujuan
batasi penggunaan media sosial jika merasa terlalu banyak waktu habis tanpa menghasilkan sesuatu yang berarti.
hadir dalam aktivitas yang sedang dilakukan
daripada terus memikirkan aktivitas berikutnya, cobalah memberikan perhatian pada apa yang sedang dikerjakan.
simpan kenangan
foto, jurnal singkat, atau catatan perjalanan dapat membantu mengingat kembali berbagai pengalaman yang telah dilalui.