bacakoran.co

Kebakaran Hutan di Sekitar Jembatan Tumbang Nusa Kembali Menyala, Warga Kalteng Khawatir Asap Makin Tebal

Karhutla Tumbang Nusa Kembali Aktif Satgas Masih Berjibaku di Lahan Gambut Pulang Pisau --X

Mereka adalah pemilik lahan yang memiliki Surat Keterangan Tanah (SKT) dan diduga membuka lahan dengan cara membakar.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, mereka membuka lahan dengan cara membakar. Delapan orang tersebut merupakan pemilik lahan yang memiliki Surat Keterangan Tanah (SKT) dan berada dalam satu hamparan, namun masing-masing memiliki bidang lahan sendiri,” ujar Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan.

Luas kebakaran sempat mencapai lebih dari 100 hektare pada awal Agustus dan terus berkembang.

Data BPBD Pulang Pisau menyebutkan luas di Desa Tumbang Nusa mencapai 192,29 hektare dan di Desa Tanjung Taruna sekitar 98 hektare.

Pada 26 Agustus, Kapolda menyatakan situasi mulai terkendali, meski masih ada titik-titik yang memerlukan penanganan serius.

BACA JUGA:Viral Rekrutmen Demo Bayaran 31 Agustus 2026 di Patung Kuda Monas, Fee Rp40-45 Ribu plus Roti Aoka

Mengapa Api Sulit Padam di Tumbang Nusa?

Lahan gambut memiliki sifat menyimpan bara api di bawah permukaan dalam waktu lama.

Saat cuaca panas dan angin kencang, bara mudah menyala kembali.

Tantangan lain yang dihadapi satgas adalah ketersediaan air. Debit Sungai Kahayan dan embung mulai surut, menyulitkan operasi water bombing maupun pemadaman darat.

Untuk mengatasi masalah air, satgas membangun Kanal Medson sepanjang sekitar lima kilometer dari Jalan Poros Tengah menuju Sungai Kahayan, dilengkapi sekitar 25 embung.

TNI juga membangun puluhan sumur bor di kawasan tersebut.

Personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat peduli api terus melakukan patroli darat, udara, serta pendinginan titik-titik rawan.

BACA JUGA:Daftar Kategori Penerima Bansos PKH 2026, Ada Ibu Hamil, Balita, Lansia hingga Anak Sekolah

Dampak Langsung bagi Warga

Asap dari kebakaran sudah terasa hingga pemukiman.

Beberapa warga melaporkan asap masuk ke rumah.

Kebakaran Hutan di Sekitar Jembatan Tumbang Nusa Kembali Menyala, Warga Kalteng Khawatir Asap Makin Tebal

Deby Tri

Deby Tri


bacakoran.co – hutan dan lahan di sekitar jembatan tumbang nusa, kabupaten pulang pisau, kalimantan tengah, kembali dilalap api pada minggu malam, 30 agustus 2026.

video yang diunggah warga menunjukkan kobaran api yang cukup besar di area yang didominasi hutan dan lahan kosong sepanjang jembatan.

warga mengkhawatirkan kondisi semakin parah keesokan harinya karena karakteristik lahan gambut yang mudah menyimpan bara.

karhutla tumbang nusa pulang pisau menjadi kata kunci yang ramai dibicarakan.

peristiwa ini bukan yang pertama.

area tersebut sudah berulang mengalami karhutla sejak juli 2026 dan sempat dilaporkan mulai terkendali pada akhir agustus sebelum kembali muncul.

sebagaimana dibagikan di media sosial x @vier4x4 pada tanggal 30 agustus 2026, menampilkan rekaman langsung kondisi malam hari sekitar pukul 19.15 wib.

“wahh, kalau api makin panjang ke sana, sepanjang jembatan ini memang didominasi hutan dan lahan kosong. kalau malam ini saja sudah begini, takutnya besok kondisinya makin parah,” tulis akun tersebut.

kronologi karhutla tumbang nusa 2026

karhutla di desa tumbang nusa, kecamatan jabiren raya, sudah terdeteksi sejak awal juli 2026.

pada 9 juli, luas lahan yang hangus dilaporkan sekitar 31,5 hektare.

api sempat dipadamkan, namun bara di bawah permukaan gambut membuat api muncul kembali.

pada 23 juli 2026, polda kalimantan tengah menetapkan delapan orang sebagai tersangka.

mereka adalah pemilik lahan yang memiliki surat keterangan tanah (skt) dan diduga membuka lahan dengan cara membakar.

“dari hasil pemeriksaan sementara, mereka membuka lahan dengan cara membakar. delapan orang tersebut merupakan pemilik lahan yang memiliki surat keterangan tanah (skt) dan berada dalam satu hamparan, namun masing-masing memiliki bidang lahan sendiri,” ujar kapolda kalteng irjen pol iwan kurniawan.

luas kebakaran sempat mencapai lebih dari 100 hektare pada awal agustus dan terus berkembang.

data bpbd pulang pisau menyebutkan luas di desa tumbang nusa mencapai 192,29 hektare dan di desa tanjung taruna sekitar 98 hektare.

pada 26 agustus, kapolda menyatakan situasi mulai terkendali, meski masih ada titik-titik yang memerlukan penanganan serius.

mengapa api sulit padam di tumbang nusa?

lahan gambut memiliki sifat menyimpan bara api di bawah permukaan dalam waktu lama.

saat cuaca panas dan angin kencang, bara mudah menyala kembali.

tantangan lain yang dihadapi satgas adalah ketersediaan air. debit sungai kahayan dan embung mulai surut, menyulitkan operasi water bombing maupun pemadaman darat.

untuk mengatasi masalah air, satgas membangun kanal medson sepanjang sekitar lima kilometer dari jalan poros tengah menuju sungai kahayan, dilengkapi sekitar 25 embung.

tni juga membangun puluhan sumur bor di kawasan tersebut.

personel gabungan dari tni, polri, bpbd, manggala agni, dan masyarakat peduli api terus melakukan patroli darat, udara, serta pendinginan titik-titik rawan.

dampak langsung bagi warga

asap dari kebakaran sudah terasa hingga pemukiman.

beberapa warga melaporkan asap masuk ke rumah.

“hari ini paling parah asapnya sampe masuk ke rumah,” tulis @seanamonrol menanggapi video viral tersebut.

jembatan tumbang nusa sendiri merupakan infrastruktur penting penghubung. meski jembatan tinggi, kobaran api di sekitarnya tetap menimbulkan risiko bagi pengendara dan petugas.

kabut asap juga berpotensi menurunkan kualitas udara di palangka raya dan sekitarnya, memicu peningkatan kasus ispa seperti yang sudah terjadi di berbagai wilayah terdampak karhutla 2026.

hingga 30 agustus 2026, tim gabungan masih bergerak cepat.

informasi dari warga banjarmasin yang disampaikan di x menyebutkan kondisi sudah sedikit lebih aman berkat respons cepat satgas.

namun, kewaspadaan tetap tinggi mengingat sejarah berulangnya api di lokasi yang sama.

pemerintah pusat dan daerah terus menekankan penegakan hukum.

selain delapan tersangka di tumbang nusa, secara nasional polri telah menetapkan puluhan tersangka karhutla di berbagai provinsi dengan motif utama membuka lahan dengan biaya murah.

Tag
Share