Geram! Pernyataan Kadisdik Kalteng Soal Libur Sekolah Karena Asap: Dapur MBG Mati dan Anak ke Kafe
Kadisdik Kalteng Khawatir Dapur MBG Mati Jika Sekolah Libur Karena Kabut Asap Karhutla --X
BACAKORAN.CO - Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo terkait kemungkinan libur sekolah akibat kabut asap karhutla menjadi sorotan luas.
Ia menyampaikan kekhawatiran bahwa libur sekolah akan membuat dapur-dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) berhenti beroperasi dan anak-anak justru pergi ke kafe serta menimbulkan masalah.
Kritik keras muncul di media sosial, terutama X, karena dianggap mengesampingkan risiko kesehatan paru-paru anak di tengah kondisi udara yang sangat buruk di sejumlah wilayah Kalteng, termasuk kawasan Jembatan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau.
Kondisi kabut asap di Kalimantan Tengah memang memburuk dalam beberapa pekan terakhir Agustus 2026.
Salah satu titik yang paling menyita perhatian adalah kawasan sekitar Jembatan Tumbang Nusa di Kabupaten Pulang Pisau.
Video yang beredar menunjukkan jarak pandang sangat terbatas, langit gelap oleh asap, dan suasana yang digambarkan netizen sebagai “Gate to The Hell”.
Akun X @bismillahyuk_ membagikan cuplikan kondisi malam hari di lokasi tersebut dengan tagar #PrayforKalimantan dan #AllEyesonIndonesia, mengekspresikan harapan segera turun hujan.
Dalam situasi seperti itu, Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng sebelumnya sudah mengeluarkan imbauan penyesuaian pembelajaran.
Jam pelajaran di SMA, SMK, dan Sekolah Khusus yang terdampak dipangkas dari 45 menit menjadi 30 menit.
Aktivitas luar ruangan dikurangi, masker diwajibkan, dan tabung oksigen disiapkan di UKS.
Beberapa daerah bahkan mempertimbangkan atau menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ketika kualitas udara masuk kategori berbahaya.
Pernyataan Kadisdik Muhammad Reza Prabowo muncul di tengah pertimbangan lebih lanjut soal peliburan atau PJJ.