Tembus 10.000 Stasiun Flash Charging dalam 6 Bulan, BYD Kian Agresif Kuasai Ekosistem Kendaraan Listrik Global
BYD resmi menembus 10.000 stasiun Flash Charging hanya dalam enam bulan, memperkuat ekosistem kendaraan listrik global dengan teknologi pengisian ultra-cepat hingga 1.500 kW.-Foto:ist-
Mengisi 10% ke 97% dalam sekitar 9 menit.
Kecepatan tersebut dimungkinkan berkat kombinasi platform listrik 1.000 volt, Blade Battery generasi kedua, dan sistem penyimpanan energi di setiap stasiun untuk menjaga kestabilan pasokan listrik.
BACA JUGA:5 Tips Tukar Tambah HP Flagship Digabung Cicilan Ringan: Hemat Banyak dan Bebas Bebas Rugi!
Target BYD Belum Berhenti di 10.000 Stasiun
BYD menargetkan memiliki 20.000 Flash Charging Station di China sebelum akhir 2026.
Artinya, perusahaan masih harus membangun sekitar 10.000 stasiun tambahan dalam empat bulan terakhir tahun ini agar target tercapai.
Selain China, BYD juga telah mengumumkan rencana membangun 6.000 Flash Charging Station di luar negeri, termasuk sekitar 3.000 stasiun di Eropa menggunakan standar CCS2.
BACA JUGA:BYD M6 EV dan M6 DM Curi Perhatian di GIIAS 2026, MPV Listrik Canggih untuk Keluarga Modern
Dampaknya bagi Persaingan Mobil Listrik Global
Strategi BYD kini tidak hanya menjual mobil listrik, tetapi juga membangun infrastruktur pendukung secara masif.
Langkah ini dinilai menjadi keunggulan kompetitif karena konsumen memperoleh akses pengisian cepat yang semakin luas.
Beberapa dampak yang mulai terlihat antara lain: Mempercepat adopsi kendaraan listrik di berbagai kota di China.
Menarik pengguna kendaraan listrik dari merek lain.
Memperkuat ekspansi BYD ke pasar internasional, terutama Eropa dan Amerika Latin.
Apakah Flash Charging BYD Akan Hadir di Indonesia?