Sungai Kapuas Kering Kerontang Setelah 4 Bulan Tak Hujan, Tongkang Terdampar & Warga Berwisata di Dasar Sungai
Empat Bulan Tanpa Hujan, Sungai Kapuas Mengering Dampak El NiƱo dan Panas Ekstrem 2026--X/@CNNindonesia/IG atr.drone
Fenomena serupa pernah terjadi di beberapa titik Sungai Kapuas di Kabupaten Sanggau, di mana pasir timbul menjadi daya tarik warga.
“Kedangkalan ini sangat luar biasa sehingga kapal ponton pun tidak bisa melintasi alur Sungai Kapuas. Ini menjadi fenomena yang jarang disaksikan masyarakat,” ujar Aswin Khatib, Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, dalam laporan sebelumnya.
BACA JUGA:Jembatan Pongpet Ambruk Saat Diresmikan, Warganet Heboh!
Kondisi serupa juga dilaporkan di anak-anak sungai menuju Danau Sentarum di Kapuas Hulu serta di Sungai Barito, Kalimantan Tengah, yang debitnya menyusut hingga menyerupai gurun di beberapa titik.
Penyebab Kekeringan Parah: Kemarau Panjang dan El Niño
Musim kemarau 2026 diprediksi BMKG lebih kering dan lebih panjang dari normal di sebagian besar wilayah Indonesia.
El Niño dengan intensitas moderat hingga kuat berkontribusi terhadap rendahnya curah hujan.
Data menunjukkan beberapa wilayah di Kalimantan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori panjang hingga ekstrem.
BACA JUGA:Heboh Susu Frisian Flag MBG Bertuliskan Expired 27 Maret 2021, Netizen: Jangan Buru-buru Viral...
Selain faktor iklim, faktor antropogenik seperti deforestasi dan perubahan tata guna lahan di daerah aliran sungai (DAS) memperparah penurunan daya tampung dan retensi air.
Intrusi air laut juga terjadi di bagian hilir, membuat kadar garam Sungai Kapuas di Pontianak sempat menembus lebih dari 5.000 mg/L, jauh di atas ambang aman untuk air baku.