bacakoran.co

Dokter PPDS Undip Yuda Nabella Meninggal Dunia, Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Perundungan!

okter Yuda Nabella Prameswari PPDS Undip Wafat Kemenkes Janji Usut Tuntas Dugaan Perundungan--IG

"Nanti kalau ternyata misalnya bullying, terbukti, kita akan ada langkah-langkah. Apakah perlu ditutup ataupun perbaikan-perbaikan," tandasnya.

Langkah-langkah yang dimaksud, menurut Azhar, dapat berupa evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan hingga kemungkinan penghentian sementara kegiatan program studi apabila dianggap perlu, sebagaimana pernah diterapkan pada kasus serupa sebelumnya.

Bukan Kasus Pertama, Kemenkes Soroti Evaluasi yang Belum Tuntas

Dugaan perundungan di lingkungan PPDS Undip sejatinya bukan kali pertama mencuat.

Kemenkes menyebut pernah ada persoalan serupa di masa lalu yang sempat mendapat penanganan dan menghasilkan rencana perbaikan bagi institusi terkait.

BACA JUGA:Bansos Agustus 2026: PKH Tahap 3, BPNT dan Beras 10 Kg Cair, Cek Status Penerima Lewat HP

Azhar menegaskan pihaknya akan mengevaluasi ulang sejauh mana rencana mitigasi yang telah disepakati sebelumnya benar-benar dijalankan, baik oleh pihak Undip maupun RSUP Dr. Kariadi.

Ia menambahkan, apabila dalam evaluasi ditemukan bahwa langkah perbaikan yang pernah disepakati tidak dijalankan secara konsisten, maka sanksi yang dijatuhkan berpotensi lebih berat mengingat ini bukan kejadian pertama di lingkungan pendidikan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak FK Undip maupun RSUP Dr. Kariadi Semarang belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar meninggalnya dr. Yuda Nabella Prameswari.

Dokter PPDS Undip Yuda Nabella Meninggal Dunia, Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Perundungan!

Deby Tri

Deby Tri


bacakoran.co – kabar duka menyelimuti dunia pendidikan kedokteran tanah air seorang peserta program pendidikan dokter spesialis (ppds) ilmu kesehatan jiwa fakultas kedokteran universitas diponegoro (fk undip)–rsup dr. kariadi semarang, dr. yuda nabella prameswari, m.biomed., dilaporkan meninggal dunia saat masih menjalani pendidikan.

kabar tersebut sontak menjadi perbincangan luas di media sosial, sekaligus memunculkan kembali dugaan lama soal praktik perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan dokter spesialis kampus tersebut.

merespons hal ini, kementerian kesehatan (kemenkes) ri langsung memastikan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti di balik kematian sang dokter muda.

kronologi kabar duka beredar di media sosial

informasi meninggalnya dr. yuda pertama kali menyebar luas melalui unggahan akun instagram @nalarrawat pada selasa, 1 september 2026.

dalam unggahan tersebut, tertulis ucapan belasungkawa yang ditujukan kepada keluarga dan almarhumah.

tidak berselang lama, unggahan itu memicu gelombang komentar dari kalangan sejawat dokter yang mempertanyakan kembali budaya senioritas di lingkungan pendidikan kedokteran, termasuk dugaan panggilan merendahkan yang kerap dilontarkan peserta ppds senior kepada juniornya di fk undip.

unggahan-unggahan yang beredar juga menyinggung persoalan relasi kuasa yang timpang antara senior dan junior, praktik bullying yang dianggap masih melekat, hingga dugaan kecurangan akademik yang dinilai turut menciptakan tekanan psikologis bagi peserta didik.

salah satu twit dari kalangan dokter menyoroti pentingnya kesetaraan peran antarjenjang pendidikan demi keselamatan pasien dan iklim belajar yang sehat.

kemenkes pastikan turun tangan periksa dugaan bullying

menanggapi ramainya isu ini, direktur jenderal kesehatan lanjutan kemenkes ri, azhar jaya, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan pemeriksaan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur perundungan dalam kasus tersebut.

"untuk turun ke sana, apakah ini bullying atau bukan. jadi kita sedang melakukan pemeriksaan," ujar azhar jaya.

azhar menegaskan, apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya tindakan bullying, kemenkes tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah tegas sesuai prosedur yang berlaku.

"nanti kalau ternyata misalnya bullying, terbukti, kita akan ada langkah-langkah. apakah perlu ditutup ataupun perbaikan-perbaikan," tandasnya.

langkah-langkah yang dimaksud, menurut azhar, dapat berupa evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan hingga kemungkinan penghentian sementara kegiatan program studi apabila dianggap perlu, sebagaimana pernah diterapkan pada kasus serupa sebelumnya.

bukan kasus pertama, kemenkes soroti evaluasi yang belum tuntas

dugaan perundungan di lingkungan ppds undip sejatinya bukan kali pertama mencuat.

kemenkes menyebut pernah ada persoalan serupa di masa lalu yang sempat mendapat penanganan dan menghasilkan rencana perbaikan bagi institusi terkait.

azhar menegaskan pihaknya akan mengevaluasi ulang sejauh mana rencana mitigasi yang telah disepakati sebelumnya benar-benar dijalankan, baik oleh pihak undip maupun rsup dr. kariadi.

ia menambahkan, apabila dalam evaluasi ditemukan bahwa langkah perbaikan yang pernah disepakati tidak dijalankan secara konsisten, maka sanksi yang dijatuhkan berpotensi lebih berat mengingat ini bukan kejadian pertama di lingkungan pendidikan tersebut.

hingga berita ini diturunkan, pihak fk undip maupun rsup dr. kariadi semarang belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar meninggalnya dr. yuda nabella prameswari.

Tag
Share