bacakoran.co – gunung anak krakatau di selat sunda kembali menunjukkan aktivitas tinggi.
sejak jumat malam, 4 september 2026 pukul 23.07 wib, gunung api tersebut mengalami erupsi menerus yang diinterpretasikan sebagai lava fountain atau lava air mancur.
abu vulkanik terdeteksi satelit mencapai sekitar 14–15 kilometer (48.000–50.000 kaki), sementara status tetap berada di level iii (siaga).
masyarakat, nelayan dan wisatawan diminta tidak mendekati radius 3 kilometer dari kawah aktif.
informasi awal menyebar luas melalui akun x @ejaaipongg pada 4 september 2026 malam yang membagikan data citra satelit dan peringatan.
laporan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh data resmi pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi (pvmbg) melalui magma indonesia.
kronologi erupsi anak krakatau 4–5 september 2026
aktivitas meningkat sejak pagi hari jumat.
tercatat beberapa erupsi pada pukul 04.11, 04.19, 04.28, dan 05.46 wib.
kolom abu tertinggi pagi itu mencapai sekitar 300 meter di atas puncak.
malam hari, erupsi berlanjut dan berubah menjadi fase menerus mulai pukul 23.07 wib.
menurut laporan magma indonesia periode 00.00–06.00 wib sabtu, 5 september 2026, erupsi masih berlangsung.
“kondisi terkini gunung anak krakatau erupsi menerus, berlangsung sejak tanggal 04 september 2026 pukul 23:07 wib hingga saat laporan ini dibuat,” tulis pengamat gunung api rioboniek situmorang.
fenomena ini diinterpretasikan sebagai lava fountain.
dentuman dan gemuruh terdengar hingga pos pengamatan gunung api (pga) pasauran di kabupaten serang.
salah satu cctv pengamatan bahkan off karena terkena lontaran material.
darwin volcanic ash advisory centre (vaac) mendeteksi abu mencapai fl480 atau sekitar 15 km di atas permukaan laut, bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 50–74 knot.
status dan rekomendasi resmi pvmbg
status gunung anak krakatau tetap level iii (siaga) sejak dinaikkan pada 2 juli 2026.
rekomendasi tidak berubah masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.
“rekomendasi: masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati g. anak krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,” tegas laporan pvmbg.
sejumlah warga di wilayah pesisir serang, kalianda, dan tanggamus (khususnya kota agung) juga melaporkan mendengar dentuman.
namun hingga saat ini belum ada laporan dampak signifikan di pemukiman.
sejarah dan perbandingan dengan 2018
gunung anak krakatau lahir setelah letusan dahsyat krakatau 1883.
pada desember 2018, longsoran sebagian tubuh gunung memicu tsunami di selat sunda yang menewaskan ratusan orang.
saat itu ketinggian gunung sekitar 338 mdpl.
saat ini ketinggiannya sekitar 157 mdpl setelah longsoran tersebut.
vulkanolog menekankan bahwa kondisi saat ini berbeda.
potensi longsor besar seperti 2018 lebih rendah karena tubuh gunung belum setinggi sebelumnya.
erupsi saat ini masih bersifat konstruktif dan fluktuatif, meski fase lava fountain menunjukkan pelepasan energi yang cukup signifikan.