bacakoran.co

Pramono Targetkan 6.500 Km Kabel Semrawut Jakarta Masuk Bawah Tanah dalam 5 Tahun, Libatkan Swasta

Pramono Anung Rencanakan Semua Kabel Udara Diturunkan ke Bawah Tanah dalam 5 Tahun --X

Pemprov DKI membedakan dua jenis kabel utama.

Kabel komunikasi (telekomunikasi) lebih mudah dan sudah mulai diturunkan di sejumlah lokasi, termasuk Jalan Dr. Supomo di Tebet.

Sementara kabel listrik masih membutuhkan perencanaan teknis yang lebih matang, termasuk desain boks tegangan rendah oleh PLN.

BACA JUGA:Fathan Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Sehari Tenggelam di Sungai Lematang

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, mengungkapkan bahwa anggaran awal yang digelontorkan mencapai Rp90 miliar untuk pembangunan SJUT di 10 ruas jalan prioritas, antara lain MT Haryono, Gatot Subroto, Supomo, Abdullah Syafei, Saharjo, Pemuda, Otista, Tebet Barat Dalam Raya, Matraman, dan Jatinegara.

Jaringan SJUT yang sudah terbangun mencapai sekitar 41,7 kilometer, dengan target penyelesaian ruas prioritas 16,9 kilometer pada Desember 2026.

Program 5M menjadi pendekatan percepatan menggunakan SJUT, relokasi mandiri oleh pemilik kabel, mengikat kabel udara, memotong kabel mati yang sudah tidak berfungsi, serta menata kabel yang menjuntai.

Banyak kabel lama ternyata sudah tidak digunakan, namun tetap menggantung karena pemiliknya tidak diketahui inilah salah satu akar masalah semrawut yang diungkapkan Pramono sebelumnya.

BACA JUGA:Kemensos Ungkap Sanggahan Data Bansos Makin Banyak

Mengapa Melibatkan Swasta Sangat Penting?

Hanya mengandalkan anggaran dan tenaga Bina Marga dipastikan tidak cukup untuk menangani 6.500 km jaringan.

“Karena skema bisnisnya menjanjikan dan payung hukumnya telah rampung, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi swasta agar percepatan ini menjadi gerakan bersama demi kenyamanan seluruh warga,” ujar Pramono.

Kolaborasi dengan BUMD dan perusahaan swasta diharapkan menciptakan skema yang berkelanjutan, di mana investasi swasta ikut mempercepat pembangunan infrastruktur utilitas bawah tanah.

BACA JUGA:Prabowo Usul Gabung Badan Geologi dan BMKG, Puan Maharani Minta Dikaji Mendalam karena Tugas Berbeda

Netizen merespons positif langkah ini.

“Kerjanya rapi, terukur, ada target. Ngak pencitraan sesaat. Cocok sih jadi ri 1 di 2029,” tulis @akuniseng120.

Pramono Targetkan 6.500 Km Kabel Semrawut Jakarta Masuk Bawah Tanah dalam 5 Tahun, Libatkan Swasta

Deby Tri

Deby Tri


bacakoran.co - gubernur dki jakarta pramono anung menegaskan komitmen kuat untuk menata seluruh kabel semrawut yang selama ini menghiasi langit-langit jalan ibu kota.

saat meninjau proyek sarana jaringan utilitas terpadu (sjut) di kawasan tebet, jakarta selatan, kamis, 10 september 2026, pramono memaparkan target ambisius: dalam lima tahun ke depan, sekitar 6.500 kilometer kabel yang masih berada di permukaan harus diturunkan ke bawah tanah.

langkah ini melibatkan tidak hanya dinas bina marga, tetapi juga badan usaha swasta, dengan prioritas utama pada kabel komunikasi terlebih dahulu, sementara kabel listrik masih memerlukan waktu lebih lama.

tujuannya jelas mengubah wajah jakarta menjadi lebih rapi, aman, dan estetis.

rencana besar ini bukan sekadar wacana. pemprov dki jakarta kini memiliki payung hukum kuat melalui peraturan daerah (perda) nomor 8 tahun 2025 tentang sarana jaringan utilitas terpadu yang disahkan pada desember 2025.

“sesuai dengan perda nomor 8 tahun 2025 pada bulan desember, kita telah mempunyai payung hukum untuk mengatur yang disebut dengan penataan sarana jaringan utilitas terpadu atau sjut,” ujar pramono anung saat memberikan keterangan di lokasi peninjauan.

pramono mengakui skala pekerjaan yang sangat besar.

“saya terus terang mem-planning dalam 5 tahun semua kabel-kabel yang ada di permukaan itu bisa diturunkan. apakah 5 tahun itu bisa atau tidak, karena memerlukan kurang lebih 6.500 kilometer yang harus ditangani. tetapi kalau ini ditangani secara total, artinya tidak hanya bergantung pada bina marga saja, saya yakin itu bisa dilakukan,” tegasnya.

ia menekankan pentingnya kolaborasi total agar target realistis tercapai.

kabel semrawut selama ini menjadi pemandangan sehari-hari di banyak ruas jalan jakarta.

tiang-tiang penuh gulungan kabel yang saling bersilangan tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga menimbulkan risiko keamanan, seperti kabel putus yang membahayakan pejalan kaki atau kendaraan.

sebagaimana dikutip dari akun x @lambesahamjja pada tanggal 10 september 2026, pembahasan tentang rencana pramono ini mendapat perhatian luas di media sosial, dengan foto kondisi kabel yang masih berantakan dan pernyataan langsung sang gubernur.

prioritas dan tahapan penataan kabel

pemprov dki membedakan dua jenis kabel utama.

kabel komunikasi (telekomunikasi) lebih mudah dan sudah mulai diturunkan di sejumlah lokasi, termasuk jalan dr. supomo di tebet.

sementara kabel listrik masih membutuhkan perencanaan teknis yang lebih matang, termasuk desain boks tegangan rendah oleh pln.

kepala dinas bina marga dki jakarta, heru suwondo, mengungkapkan bahwa anggaran awal yang digelontorkan mencapai rp90 miliar untuk pembangunan sjut di 10 ruas jalan prioritas, antara lain mt haryono, gatot subroto, supomo, abdullah syafei, saharjo, pemuda, otista, tebet barat dalam raya, matraman, dan jatinegara.

jaringan sjut yang sudah terbangun mencapai sekitar 41,7 kilometer, dengan target penyelesaian ruas prioritas 16,9 kilometer pada desember 2026.

program 5m menjadi pendekatan percepatan menggunakan sjut, relokasi mandiri oleh pemilik kabel, mengikat kabel udara, memotong kabel mati yang sudah tidak berfungsi, serta menata kabel yang menjuntai.

banyak kabel lama ternyata sudah tidak digunakan, namun tetap menggantung karena pemiliknya tidak diketahui inilah salah satu akar masalah semrawut yang diungkapkan pramono sebelumnya.

mengapa melibatkan swasta sangat penting?

hanya mengandalkan anggaran dan tenaga bina marga dipastikan tidak cukup untuk menangani 6.500 km jaringan.

“karena skema bisnisnya menjanjikan dan payung hukumnya telah rampung, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi swasta agar percepatan ini menjadi gerakan bersama demi kenyamanan seluruh warga,” ujar pramono.

kolaborasi dengan bumd dan perusahaan swasta diharapkan menciptakan skema yang berkelanjutan, di mana investasi swasta ikut mempercepat pembangunan infrastruktur utilitas bawah tanah.

netizen merespons positif langkah ini.

“kerjanya rapi, terukur, ada target. ngak pencitraan sesaat. cocok sih jadi ri 1 di 2029,” tulis @akuniseng120.

jika target tercapai, dampaknya akan sangat signifikan. langit-langit jalan yang selama ini dipenuhi “sarang laba-laba” kabel akan bersih. risiko kecelakaan akibat kabel putus berkurang, pemeliharaan jalan lebih mudah, dan nilai estetika ibu kota meningkat drastis.

“kalau itu bisa diturunkan, maka wajah jakarta pasti akan sangat berbeda,” tegas pramono.

Tag
Share