bacakoran.co

Dudung Abdurachman: Ulta Levenia Nababan Bukan Lagi Tenaga Ahli Utama KSP

Ulta Levenia Nababan Sudah Pindah ke Bakom, Bukan Lagi Bagian KSP --X

BACAKORAN.CO – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman secara resmi menegaskan bahwa Ulta Levenia Nababan sudah tidak lagi menjadi bagian dari Kantor Staf Presiden (KSP).

Pernyataan ini disampaikan di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (10/9/2026), menyusul sorotan publik terhadap pernyataan Ulta yang mengaitkan sejumlah fenomena alam dengan pihak tertentu, termasuk proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP).

Dudung menyebut Ulta kini menjabat sebagai salah satu deputi di Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dan menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak lagi mewakili sikap resmi KSP.

Ia juga menegaskan tidak ada indikasi keterlibatan pihak luar dalam rangkaian fenomena alam yang terjadi belakangan ini.

BACA JUGA:Kejagung Sita Rp1 Triliun dari PT PSMI: Uang Sukarela Kasus Dugaan Korupsi Kawasan Hutan Inhutani V Lampung

Beberapa hari sebelum klarifikasi Dudung, nama Ulta Levenia Nababan menjadi perbincangan luas di media sosial dan platform berita.

Dalam unggahan dan wawancara podcast, Ulta menyoroti rangkaian erupsi beberapa gunung api di Indonesia yang terjadi berdekatan pada akhir Agustus hingga awal September 2026.

Ia menyebut fenomena tersebut tidak biasa dan membuka kemungkinan adanya keterkaitan dengan teknologi atau pihak luar, termasuk spekulasi seputar proyek HAARP.

Ulta, yang sebelumnya dikenal sebagai peneliti keamanan internasional dan sempat menjabat Tenaga Ahli Utama di KSP, menyampaikan bahwa ia bersikap skeptis terhadap penjelasan yang dianggap terlalu lumrah.

BACA JUGA:6 Kebiasaan Orang Cerdas di Pagi Hari, Bikin Hari Lebih Produktif

Ia menyinggung spekulasi bahwa HAARP—fasilitas penelitian ionosfer di Alaska—sering dikaitkan dengan kemampuan mengendalikan cuaca atau memicu gempa, meski mengakui belum ada bukti ilmiah yang kredibel.

Ia juga mengaitkan timing erupsi dengan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pernyataan tersebut memicu reaksi beragam.

Sebagian netizen melihatnya sebagai bentuk kewaspadaan, sementara banyak pihak lain menilai spekulasi tersebut berpotensi menimbulkan kepanikan dan menyebarkan misinformasi di tengah situasi yang membutuhkan penanganan berbasis data ilmiah.

Dudung Abdurachman: Ulta Levenia Nababan Bukan Lagi Tenaga Ahli Utama KSP

Deby Tri

Deby Tri


bacakoran.co – kepala staf kepresidenan jenderal tni (purn) dudung abdurachman secara resmi menegaskan bahwa ulta levenia nababan sudah tidak lagi menjadi bagian dari kantor staf presiden (ksp).

pernyataan ini disampaikan di gedung bina graha, jakarta, kamis (10/9/2026), menyusul sorotan publik terhadap pernyataan ulta yang mengaitkan sejumlah fenomena alam dengan pihak tertentu, termasuk proyek high-frequency active auroral research program (haarp).

dudung menyebut ulta kini menjabat sebagai salah satu deputi di badan komunikasi pemerintah (bakom) dan menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak lagi mewakili sikap resmi ksp.

ia juga menegaskan tidak ada indikasi keterlibatan pihak luar dalam rangkaian fenomena alam yang terjadi belakangan ini.

beberapa hari sebelum klarifikasi dudung, nama ulta levenia nababan menjadi perbincangan luas di media sosial dan platform berita.

dalam unggahan dan wawancara podcast, ulta menyoroti rangkaian erupsi beberapa gunung api di indonesia yang terjadi berdekatan pada akhir agustus hingga awal september 2026.

ia menyebut fenomena tersebut tidak biasa dan membuka kemungkinan adanya keterkaitan dengan teknologi atau pihak luar, termasuk spekulasi seputar proyek haarp.

ulta, yang sebelumnya dikenal sebagai peneliti keamanan internasional dan sempat menjabat tenaga ahli utama di ksp, menyampaikan bahwa ia bersikap skeptis terhadap penjelasan yang dianggap terlalu lumrah.

ia menyinggung spekulasi bahwa haarp—fasilitas penelitian ionosfer di alaska—sering dikaitkan dengan kemampuan mengendalikan cuaca atau memicu gempa, meski mengakui belum ada bukti ilmiah yang kredibel.

ia juga mengaitkan timing erupsi dengan pertemuan presiden prabowo subianto dan presiden rusia vladimir putin.

pernyataan tersebut memicu reaksi beragam.

sebagian netizen melihatnya sebagai bentuk kewaspadaan, sementara banyak pihak lain menilai spekulasi tersebut berpotensi menimbulkan kepanikan dan menyebarkan misinformasi di tengah situasi yang membutuhkan penanganan berbasis data ilmiah.

klarifikasi resmi kepala staf kepresidenan

di gedung bina graha, dudung abdurachman memberikan penjelasan yang lugas.

“ulta sudah bukan di ksp lagi. dulu dia di staf ksp sebagai tenaga ahli utama, tetapi sekarang sudah tidak. dia sekarang salah satu deputi di bakom,” ujar dudung.

ia menekankan bahwa status kepegawaian ulta telah berubah, sehingga pernyataan yang pernah disampaikan tidak lagi merepresentasikan posisi resmi kantor staf presiden.

“jadi, bukan anggota saya lagi itu,” tegasnya.

lebih lanjut, dudung menyampaikan pandangan berdasarkan kajian para ahli.

“kalau masalah bencana alam, kalau menurut saya itu dinamika alam lah ya, dan para ahli juga sudah mempelajari, kemudian melihat perkembangan saat ini. tentunya, saya punya keyakinan bahwa ini kan kehendak yang kuasa, artinya memang dinamika alam sudah seperti ini,” katanya.

dudung juga menepis adanya indikasi keterlibatan pihak luar.

“menurut saya, tidak dikaitkan dengan apalagi kepentingan dengan pihak luar dan sebagainya,” ujarnya.

sebagaimana dikutip dari akun x @heraloebss pada tanggal 10 september 2026, video pernyataan dudung abdurachman di gedung bina graha menyebar luas dan menjadi salah satu sumber utama informasi bagi publik mengenai perubahan status ulta levenia nababan.

apa itu bakom?

badan komunikasi pemerintah (bakom) merupakan lembaga yang bertugas mengelola komunikasi publik pemerintah.

jabatan deputi di bakom menempatkan ulta dalam posisi strategis di bidang komunikasi, berbeda dengan peran tenaga ahli utama di ksp yang lebih fokus pada dukungan substansi kebijakan di lingkup staf kepresidenan.

Tag
Share