bacakoran.co

Pungli di Alun-Alun Kidul Yogyakarta: Food Truck Bolosego Hentikan Jualan, Kraton Tegaskan Tak Fasilitasi

Klarifikasi Kraton Yogyakarta soal Dugaan Pungli Preman Oknum di Alun-Alun Kidul--X

“Bolosego tidak mau memfasilitasi pungli,” tegas Dyah dalam videonya sambil menjelaskan posisi usahanya yang ingin beroperasi secara bersih.

Klarifikasi Kraton ini mendapat respons beragam.

Sebagian netizen mengapresiasi langkah cepat institusi adat tersebut.

Namun, banyak yang menilai klarifikasi saja belum cukup.

“Nganti ganti raja dua kali pun, isane ya cuma klarifikasi dan/atau cuci tangan. Setelah itu kembali ke siklus lingkaran setan premanisme,” tulis @joeyakarta menanggapi posting @JogjaUpdate.

BACA JUGA:Rumah Diduga Jadi Markas Pesta Sabu, Lima Pria di OKU Timur Diciduk

“Menyayangkan tok tapi gaonok tindakane yo percuma,” tulis @MasMasBiassaa.

Pungli di Alun-Alun Kidul Yogyakarta: Food Truck Bolosego Hentikan Jualan, Kraton Tegaskan Tak Fasilitasi

Deby Tri

Deby Tri


bacakoran.co – pihak kraton yogyakarta telah memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan praktik pungli yang dialami food truck bolosego di alun-alun kidul.

pemilik usaha, dyah, mengaku sudah mengantongi izin resmi dari kraton untuk berjualan selama lima hari, namun tetap digetok biaya parkir jutaan rupiah serta diminta jatah oleh pihak tertentu.

video curhatnya yang beredar luas memicu perdebatan soal premanisme di kawasan cagar budaya.

netizen kini menunggu klarifikasi dari pihak lain yang disebut-sebut terlibat.

kejadian ini terjadi pada 16 september 2026.

bolosego, merek kuliner pedas asal yogyakarta yang sedang mengembangkan konsep food truck, semula berencana mangkal di alun-alun kidul dari 16 hingga 20 september.

setelah hanya sehari beroperasi, mereka memutuskan berhenti.

alasan utamanya adalah tekanan pungutan yang dinilai tidak wajar.

dalam video yang diunggah dan kemudian dibagikan akun x @jogjaupdate pada 18 september 2026, dyah menyampaikan keluhannya dengan nada berat.

ia menjelaskan bahwa meski sudah melalui jalur resmi, timnya tetap dihubungi soal biaya parkir.

“kita sudah tidak mangkal lagi di sana. yang seharusnya dari tanggal 16 sampai 20, sudah jadi keputusan tidak kita lanjut. cukup satu hari saja,” ujar dyah dalam video tersebut.

sebagaimana dikutip dari akun x @jogjaupdate pada tanggal 18 september 2026, pihak kraton yogyakarta menegaskan bahwa mereka tidak memfasilitasi atau menyetujui praktik pungli di kawasan alun-alun kidul.

klarifikasi ini muncul setelah video curhat bolosego viral dan mendapat perhatian luas.

kronologi singkat kejadian

menurut penuturan pemilik bolosego, pada h-1 sebelum mulai berjualan, timnya dihubungi pihak paguyuban tukang parkir.

mereka diminta membayar rp12,5 juta untuk lima hari, atau setara sekitar rp2,5 juta per hari.

alasannya, food truck akan menempati area yang biasanya digunakan untuk parkir kendaraan umum dan beroperasi dari pukul 14.00 hingga 22.00 wib.

selain biaya parkir, dyah juga menyebutkan adanya permintaan jatah makanan dari pihak yang disebut preman dan bahkan oknum kepolisian setempat.

hal ini membuat suasana berjualan menjadi tidak nyaman.

bolosego akhirnya memilih menarik diri demi menghindari konflik lebih lanjut.

alun-alun kidul atau alkid merupakan bagian integral dari kompleks kraton ngayogyakarta hadiningrat.

kawasan ini berstatus cagar budaya danberada di bawah kewenangan kraton.

di malam hari, alkid ramai dengan aktivitas kuliner, sepeda hias, dan wisatawan yang mencoba tradisi masangin di antara dua pohon beringin kurung.

isi klarifikasi kraton yogyakarta

kraton menekankan bahwa izin yang diberikan kepada bolosego bersifat resmi dan tidak mencakup atau membenarkan pungutan liar.

dalam pernyataan yang beredar, pihakkraton menegaskan tidak ada kebijakan yang mewajibkan pembayaran di luar ketentuan resmi kepada pihak ketiga.

“bolosego tidak mau memfasilitasi pungli,” tegas dyah dalam videonya sambil menjelaskan posisi usahanya yang ingin beroperasi secara bersih.

klarifikasi kraton ini mendapat respons beragam.

sebagian netizen mengapresiasi langkah cepat institusi adat tersebut.

namun, banyak yang menilai klarifikasi saja belum cukup.

“nganti ganti raja dua kali pun, isane ya cuma klarifikasi dan/atau cuci tangan. setelah itu kembali ke siklus lingkaran setan premanisme,” tulis @joeyakarta menanggapi posting @jogjaupdate.

“menyayangkan tok tapi gaonok tindakane yo percuma,” tulis @masmasbiassaa.

Tag
Share