bacakoran.co

Viral Video Pegawai BGN Santap Ayam Goreng Sambil Sebut 'Ingatan Hilang 70 Persen', Dinilai Olok-olok Febiona

Pegawai BGN Malah Buat Konten Sindir Hilang Ingatan--X

BACAKORAN.CO – Sebuah video yang diunggah pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memicu kemarahan publik pada Sabtu, 19 September 2026.

Gerardus Permanaditya yang bertugas sebagai pengawas keuangan di SPPG Muntuk, Dlingo, merekam dirinya menyantap chicken katsu atau ayam goreng sambil mengucapkan kalimat yang dinilai menyindir Febiona Purba, siswi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Kalimat “Gua makan chicken katsu masakan kemarin apakah masih enak? Hmm oh tidak, ingatanku hilang tujuh puluh persen” langsung dikaitkan dengan kondisi Febiona yang sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan ingatan dan kejang setelah insiden 13 Agustus 2026.

Video tersebut menyebar luas melalui akun X @clingyberat dan segera viral, memicu pertanyaan besar tentang empati pegawai yang digaji dari uang pajak rakyat.

BACA JUGA:Waduh, 2 Pegawai Dapur MBG di Tulungagung Positif Pakai Narkoba: Mengaku Biar Kuat Lembur!

Insiden keracunan massal di Berastagi sendiri menimpa ratusan siswa dari beberapa sekolah, termasuk SMAN 1 Berastagi dan SMK/SMA Swasta Bersama. Jumlah korban dilaporkan mencapai 353 hingga 361 orang.

Penyebabnya adalah kelalaian penyimpanan bahan baku ikan yang dibiarkan di suhu ruang lebih dari 12 jam, sehingga terkontaminasi bakteri Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli.

Febiona Purba (16), siswi berprestasi jurusan Multimedia yang kerap juara kelas dan pernah menjabat wakil ketua OSIS, menjadi salah satu korban yang paling parah.

Ia mengalami mual, muntah, kejang, hingga dilaporkan mengalami gangguan ingatan oleh keluarganya.

BACA JUGA:Viral! Anggota DPR Gerindra Moreno Soeprapto Kepergok Asyik Video Call di Tengah Rapat MIND ID

Keluarga Febiona sempat berpindah-pindah rumah sakit, dari Berastagi hingga RSUP H. Adam Malik Medan, lalu dirujuk ke RSCM Jakarta. Ibu korban, Elvinus Lusiana Sitanggang, sempat mengungkapkan kekhawatiran mendalam.

“Anak saya sering kejang-kejang bisa sampai 10 menit. Dan sekarang dia susah bicara,” ujarnya dalam sejumlah wawancara media.

Setelah pemeriksaan menyeluruh di RSCM pada pertengahan September 2026, tim dokter menyatakan memori jangka pendek dan jangka panjang Febiona dalam kondisi baik. Pemeriksaan EEG tidak menunjukkan gangguan otak organik.

Gejala yang muncul lebih dikaitkan dengan tekanan mental dan serangan panik pasca-insiden.

Viral Video Pegawai BGN Santap Ayam Goreng Sambil Sebut 'Ingatan Hilang 70 Persen', Dinilai Olok-olok Febiona

Deby Tri

Deby Tri


bacakoran.co – sebuah video yang diunggah pegawai satuan pelayanan pemenuhan gizi (sppg) di bantul, daerah istimewa yogyakarta, memicu kemarahan publik pada sabtu, 19 september 2026.

gerardus permanaditya yang bertugas sebagai pengawas keuangan di sppg muntuk, dlingo, merekam dirinya menyantap chicken katsu atau ayam goreng sambil mengucapkan kalimat yang dinilai menyindir febiona purba, siswi korban keracunan makan bergizi gratis (mbg) di berastagi, kabupaten karo, sumatera utara.

kalimat “gua makan chicken katsu masakan kemarin apakah masih enak? hmm oh tidak, ingatanku hilang tujuh puluh persen” langsung dikaitkan dengan kondisi febiona yang sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan ingatan dan kejang setelah insiden 13 agustus 2026.

video tersebut menyebar luas melalui akun x @clingyberat dan segera viral, memicu pertanyaan besar tentang empati pegawai yang digaji dari uang pajak rakyat.

insiden keracunan massal di berastagi sendiri menimpa ratusan siswa dari beberapa sekolah, termasuk sman 1 berastagi dan smk/sma swasta bersama. jumlah korban dilaporkan mencapai 353 hingga 361 orang.

penyebabnya adalah kelalaian penyimpanan bahan baku ikan yang dibiarkan di suhu ruang lebih dari 12 jam, sehingga terkontaminasi bakteri bacillus cereus, staphylococcus aureus, dan escherichia coli.

febiona purba (16), siswi berprestasi jurusan multimedia yang kerap juara kelas dan pernah menjabat wakil ketua osis, menjadi salah satu korban yang paling parah.

ia mengalami mual, muntah, kejang, hingga dilaporkan mengalami gangguan ingatan oleh keluarganya.

keluarga febiona sempat berpindah-pindah rumah sakit, dari berastagi hingga rsup h. adam malik medan, lalu dirujuk ke rscm jakarta. ibu korban, elvinus lusiana sitanggang, sempat mengungkapkan kekhawatiran mendalam.

“anak saya sering kejang-kejang bisa sampai 10 menit. dan sekarang dia susah bicara,” ujarnya dalam sejumlah wawancara media.

setelah pemeriksaan menyeluruh di rscm pada pertengahan september 2026, tim dokter menyatakan memori jangka pendek dan jangka panjang febiona dalam kondisi baik. pemeriksaan eeg tidak menunjukkan gangguan otak organik.

gejala yang muncul lebih dikaitkan dengan tekanan mental dan serangan panik pasca-insiden.

wakil presiden gibran rakabuming raka yang menjenguk keduanya pada 18 september 2026 menyampaikan kabar baik bahwa febiona dan korban lain, agnesia paruliana silitonga, sudah diperbolehkan pulang dalam kondisi membaik.

meski demikian, video gerardus permanaditya tetap memicu gelombang kritik.

“gaada hak mas lu ky gitu, makan gaji juga dari rakyat,” tulis @00060jpg di x.

"soon to be pake kemeja putih, diem, menyesal, minta maaf,” komentar @ifryxh__.

sebagaimana dikutip dari akun x @clingyberat pada 19 september 2026, unggahan tersebut menyertakan video dan foto, dengan caption tegas “pegawai bgn malah ngejek korban keracunan mbg!!! gerardus permanaditya unggah video makan ayam goreng yang dianggap mengejek febiona purba, siswi korban keracunan mbg di berastagi. ratusan siswa keracunan, febiona sempat kejang. uang pajak buat bayar orang begini?”

bgn regional diy bergerak cepat. koordinator regional bgn diy, wirandita gagat widyatmoko, membenarkan bahwa gerardus adalah pegawai sppg muntuk dlingo dan sudah diklarifikasi.

“yang bersangkutan sudah diklarifikasi oleh jajaran kami dan nanti akan disampaikan kepada publik secara pribadi maupun dari sppg yang bersangkutan,” katanya sabtu malam, 19 september 2026.

kasus keracunan di berastagi bukan yang pertama. bgn di bawah kepala sudaryono telah beberapa kali menutup dapur sppg bermasalah, mencopot kepala unit, dan menekankan pentingnya standar higiene.

di bantul sendiri, sejumlah sppg pernah ditutup sementara karena kasus keracunan, standar ipal, atau administrasi yang belum lengkap. 

Tag
Share