bacakoran.co

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Enam Bulan

Nusron Wahid--

BACAKORAN.CO -- Menteri ATR/BPN Nusron Wahid ternyata sudah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak lebih dari enam bulan lalu.

Sekjen Partai Golkar Sarmuji menyebut keputusan itu diambil Nusron untuk fokus pada urusan lain. Pengunduran diri tersebut disampaikan jauh sebelum namanya mencuat dalam penyidikan KPK terkait dugaan suap pengurusan HGB lahan Summarecon di Kabupaten Bogor.

"Pak Nusron mundur dari pengurus lebih dari enam bulan lalu. Mungkin mau fokus untuk hal lain," kata Sarmuji kepada wartawan, Senin (21/9/2026).

BACA JUGA:Dalam Kasus Pagar Laut Bekasi, Nusron Wahid akan Umumkan Pegawainya yang Terlibat

Sarmuji tidak menjelaskan secara rinci urusan yang dimaksud. Dia juga tidak mengaitkan keputusan Nusron dengan perkara yang kini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Yang perlu digarisbawahi, Nusron mundur dari kepengurusan, bukan dari keanggotaan Partai Golkar. Berdasarkan keterangan Sarmuji, Nusron masih berstatus kader atau anggota biasa partai berlambang pohon beringin tersebut.

Pengunduran diri itu disampaikan langsung kepada Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.

Sebelumnya, Waketum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia juga membenarkan pengunduran diri Nusron. Menurut dia, pengajuan tersebut sudah disampaikan beberapa bulan lalu.

BACA JUGA:Geger Kebakaran di Kementerian ATR/BPN, Isu Penghilangan Barang Bukti Pagar Laut Mencuat, Nusron: Hoaks!

"Saudara Nusron memang sudah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu," kata Doli kepada wartawan, Sabtu (19/9).

Dalam struktur DPP Partai Golkar periode 2024-2029, Nusron sebelumnya menjabat Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian. Posisi tersebut berada dalam struktur kepengurusan yang dipimpin Bahlil Lahadalia.

Nama Nusron belakangan menjadi sorotan setelah KPK mengusut dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan pembukaan blokir HGB lahan Summarecon di Kabupaten Bogor.

Dalam perkara itu, KPK menetapkan delapan tersangka. Empat di antaranya disebut penyidik sebagai pihak yang diduga merupakan orang kepercayaan Nusron. KPK menyatakan masih mendalami sejauh mana keterkaitan Nusron dalam perkara tersebut.

BACA JUGA:Kebakaran Hebat di Kantor Kementerian ATR/BPN: Nusron Wahid Angkat Bicara Soal Dokumen Penting yang Terbakar

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Enam Bulan

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co -- menteri atr/bpn ternyata sudah mengundurkan diri dari kepengurusan dpp partai golkar sejak lebih dari enam bulan lalu.

sekjen partai golkar sarmuji menyebut keputusan itu diambil nusron untuk fokus pada urusan lain. pengunduran diri tersebut disampaikan jauh sebelum namanya mencuat dalam penyidikan kpk terkait dugaan suap pengurusan hgb lahan summarecon di kabupaten bogor.

"pak nusron mundur dari pengurus lebih dari enam bulan lalu. mungkin mau fokus untuk hal lain," kata sarmuji kepada wartawan, senin (21/9/2026).

sarmuji tidak menjelaskan secara rinci urusan yang dimaksud. dia juga tidak mengaitkan keputusan nusron dengan perkara yang kini ditangani komisi pemberantasan korupsi (kpk).

yang perlu digarisbawahi, nusron mundur dari kepengurusan, bukan dari keanggotaan partai golkar. berdasarkan keterangan sarmuji, nusron masih berstatus kader atau anggota biasa partai berlambang pohon beringin tersebut.

pengunduran diri itu disampaikan langsung kepada ketua umum golkar bahlil lahadalia.

sebelumnya, waketum partai golkar ahmad doli kurnia juga membenarkan pengunduran diri nusron. menurut dia, pengajuan tersebut sudah disampaikan beberapa bulan lalu.

"saudara nusron memang sudah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan dpp partai golkar sejak beberapa bulan lalu," kata doli kepada wartawan, sabtu (19/9).

dalam struktur dpp partai golkar periode 2024-2029, nusron sebelumnya menjabat ketua bidang keagamaan dan kerohanian. posisi tersebut berada dalam struktur kepengurusan yang dipimpin bahlil lahadalia.

nama nusron belakangan menjadi sorotan setelah kpk mengusut dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan pembukaan blokir hgb lahan summarecon di kabupaten bogor.

dalam perkara itu, kpk menetapkan delapan tersangka. empat di antaranya disebut penyidik sebagai pihak yang diduga merupakan orang kepercayaan nusron. kpk menyatakan masih mendalami sejauh mana keterkaitan nusron dalam perkara tersebut.

nusron sendiri telah menyatakan tidak mengetahui duduk perkara dugaan suap hgb summarecon yang tengah diproses kpk. pernyataan itu disampaikan saat ditemui wartawan di jakarta, jumat (18/9).

dengan demikian, informasi mengenai nusron wahid mundur dari kepengurusan golkar perlu dibedakan dari isu pengunduran diri sebagai kader maupun dari jabatannya sebagai menteri atr/bpn. hingga informasi terbaru, yang dikonfirmasi partai golkar adalah pengunduran diri nusron dari struktur kepengurusan partai.

sementara itu, proses penyidikan perkara dugaan suap hgb summarecon masih berjalan di kpk. status dan keterkaitan pihak-pihak lain dalam perkara tersebut akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan.

Tag
Share