bacakoran.co

Dari Palembang, Karya Syekh Abdus Somad Al-Falimbani Berpeluang ke UNESCO

Kepala Dinas Perpustakaan Sumsel Fitriana SSos MSi menerima Penyerahan Piagam IKON tahun 2026. (foto: tangkapan layar)--

BACAKORAN.CO – Karya-karya Syekh Abdus Somad al-Falimbani resmi ditetapkan sebagai salah satu Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026 oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Kamis (24/9/2026).

Penetapan ini membuka peluang karya ulama asal Palembang tersebut diproyeksikan menuju program Memory of the World (MoW) UNESCO, setelah memenuhi tahapan dan persyaratan nominasi.

Sebanyak 11 naskah kuno ditetapkan sebagai IKON 2026. Karya-karya Syekh Abdus Somad al-Falimbani menjadi salah satu warisan dokumenter yang masuk dalam daftar tersebut.

Ke 11 naskah kuno yang menjadi IKON tahun 2026 yaitu Karya-karya Syekh Abdus Somad Al Falimbani (Sumatera Selatan),  Naskah-naskah Dari Skriptorium Merapi-Merbabu (Jawa Tengah),  Karya Karya KH Ahad Rifai (Jawa Timur), dan Warisan Berharga Muhammad Arsyad Al Banjari (Kabupaten Banjar).

BACA JUGA:Karya-karya Syekh Abdus Somad al-Falimbani Ditetapkan IKON 2026

BACA JUGA:Perpustakaan Sumsel Bakal Usulkan Naskah Kuno Karya Abdus Somad Al Palimbani Sebagai IKON

Kemudian  Syair Perang Saiak (Kabupaten Siak),  Lontara Pagatan, Catatan Sejarah Masyarakat Bugis di Kalimantan Selatan (Kabupaten Tanah Tumbu),  Sestra Ageng Adidarma (DI Yogyakarta), Babad Besuki (Jawa Timur).

Selanjutnya  Cerita Aji Saka (Jawa Timur), Hukum hukum Pelayaran Amandda Gappa (Sulawesi Selatan) dan Sahakhi Bulan (Lampung)

Pengusulan naskah karya-karya Syekh Abdus Somad Al-Falimbani sebagai IKON tahun 2026 dilakukan secara kolaboratif. Pihak yang terlibat antara lain Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Komisariat Sumatera Selatan di bawah pimpinan Hj Dr Nyimas Umi Kalsum MHum, Yayasan Pusako Sumatera Selatan di bawah pimpinan H Doni Romadona SAg, serta pemilik atau penyimpan manuskrip, Kemas H Andi Syarifudin MAg dan Reza Pahlevi.

Piagam IKON 2026 untuk Karya-karya Syekh Abdus Somad al-Falimbani diterima Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan Fitriana SSos MSi. Penyerahan dilakukan Kepala Perpusnas E Aminudin Aziz dan Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso dalam acara di Auditorium Lantai 2 Perpusnas, Jakarta Pusat.

BACA JUGA:7 Fakta LEPAS E4 EV: SUV Listrik 600 Km dengan Fast Charging 20 Menit

BACA JUGA:Dipepet Begal Bersenjata, Warga Lubuklinggau Jatuh dan Berteriak Histeris

Penetapan IKON bukan sekadar penghargaan administratif. Perpusnas menempatkannya sebagai pengakuan terhadap naskah yang memiliki arti penting bagi sejarah, kebudayaan, pengetahuan, dan peradaban Indonesia maupun dunia.

Dari Palembang, Karya Syekh Abdus Somad Al-Falimbani Berpeluang ke UNESCO

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co – karya-karya resmi ditetapkan sebagai salah satu oleh perpustakaan nasional (perpusnas) ri, kamis (24/9/2026).

penetapan ini membuka peluang karya ulama asal palembang tersebut diproyeksikan menuju program , setelah memenuhi tahapan dan persyaratan nominasi.

sebanyak 11 naskah kuno ditetapkan sebagai ikon 2026. karya-karya syekh abdus somad al-falimbani menjadi salah satu warisan dokumenter yang masuk dalam daftar tersebut.

ke 11 naskah kuno yang menjadi ikon tahun 2026 yaitu karya-karya syekh abdus somad al falimbani (sumatera selatan),  naskah-naskah dari skriptorium merapi-merbabu (jawa tengah),  karya karya kh ahad rifai (jawa timur), dan warisan berharga muhammad arsyad al banjari (kabupaten banjar).

kemudian  syair perang saiak (kabupaten siak),  lontara pagatan, catatan sejarah masyarakat bugis di kalimantan selatan (kabupaten tanah tumbu),  sestra ageng adidarma (di yogyakarta), babad besuki (jawa timur).

selanjutnya  cerita aji saka (jawa timur), hukum hukum pelayaran amandda gappa (sulawesi selatan) dan sahakhi bulan (lampung)

pengusulan naskah karya-karya syekh abdus somad al-falimbani sebagai ikon tahun 2026 dilakukan secara kolaboratif. pihak yang terlibat antara lain dinas perpustakaan provinsi sumatera selatan, masyarakat pernaskahan nusantara (manassa) komisariat sumatera selatan di bawah pimpinan hj dr nyimas umi kalsum mhum, yayasan pusako sumatera selatan di bawah pimpinan h doni romadona sag, serta pemilik atau penyimpan manuskrip, kemas h andi syarifudin mag dan reza pahlevi.

piagam ikon 2026 untuk karya-karya syekh abdus somad al-falimbani diterima kepala dinas perpustakaan provinsi sumatera selatan fitriana ssos msi. penyerahan dilakukan kepala perpusnas e aminudin aziz dan sekretaris utama perpusnas joko santoso dalam acara di auditorium lantai 2 perpusnas, jakarta pusat.

penetapan ikon bukan sekadar penghargaan administratif. perpusnas menempatkannya sebagai pengakuan terhadap naskah yang memiliki arti penting bagi sejarah, kebudayaan, pengetahuan, dan peradaban indonesia maupun dunia.

kepala perpusnas e aminudin aziz menegaskan, naskah yang masuk ikon selanjutnya mendapat perhatian untuk pengembangan, penelitian, pelestarian, serta perluasan akses. tahapan tersebut juga membuka peluang naskah diproyeksikan ke program mow unesco.

"pengakuan harus diikuti dengan tanggung jawab untuk memastikan naskah kuno tetap terjaga, akses terhadapnya semakin terbuka, kandungan pengetahuannya terus diteliti dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat," ujar aminudin.

menurut perpusnas, hingga 2025 terdapat 20 naskah kuno yang telah tercatat dalam register ikon. sebagian di antaranya kemudian memperoleh pengakuan mow. pada 2026, 11 naskah kembali ditetapkan sebagai ikon.

jalur menuju mow juga bukan proses otomatis. indonesia telah memiliki sejumlah warisan dokumenter yang tercatat pada tingkat internasional maupun regional asia-pasifik.

perpusnas saat ini menyiapkan sejumlah nominasi baru, termasuk kidung bhuwana winasa dan bo sangaji kai untuk tingkat asia-pasifik serta kakawin sutasoma dan karya-karya syekh yusuf al-makassari untuk nominasi internasional 2027.

aminudin mengatakan indonesia memiliki khazanah manuskrip yang sangat besar. data perpusnas mencatat sekitar 143.259 naskah telah teridentifikasi, meski angka tersebut belum final karena penemuan dan pendataan masih berlangsung.

bagi sumatera selatan, masuknya karya-karya syekh abdus somad al-falimbani sebagai ikon nasional 2026 menjadi momentum untuk memperluas penelitian dan akses terhadap warisan intelektual ulama palembang tersebut.

perpusnas sendiri menegaskan pelestarian tidak boleh berhenti pada penyelamatan fisik dan digitalisasi. naskah perlu dibaca, dialihaksarakan, diterjemahkan, diteliti, diterbitkan, dan dikembangkan agar pengetahuan di dalamnya tetap hidup bagi generasi berikutnya.

Tag
Share