bacakoran.co

Rumah di Martapura Terbakar Hebat, Polisi Selidiki Dugaan Penyimpanan BBM

Kebakaran rumah penduduk di Desa Kota Baru Barat (Kerung) OKU Timur--

BACAKORAN.CO --  Kebakaran hebat menghanguskan rumah milik Yuda (37), di Desa Kotabaru Barat (Kerung), Kecamatan Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 18.44 WIB.

Api membesar cepat hingga menjulang tinggi dan sempat disertai suara ledakan yang membuat warga panik.

Besarnya kobaran api memunculkan dugaan di tengah masyarakat bahwa rumah tersebut digunakan untuk menyimpan bahan bakar minyak (BBM). Polisi kini mendalami dugaan tersebut.

Kasat Reskrim Polres OKU Timur Iptu Rendi Ramadhona SH mengatakan, penyidik telah mengecek lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga memasang garis polisi di sekitar bangunan yang terbakar. “Kami juga sudah memasang police line di lokasi,” kata Rendi, Jumat (25/9).

BACA JUGA:Asap Hitam Pekat Selimuti Tanah Abang, Ini Kronologi Kebakaran Apartemen Pavilion Jakpus

BACA JUGA:Banyuwangi Darurat! Jalur Pendakian Kawah Ijen Ditutup Sementara Imbas Kebakaran Masuk Area Lereng

Menurut Rendi, polisi telah mengetahui identitas pemilik rumah. Penyidik masih mencari keberadaan Yuda untuk dimintai keterangan mengenai kebakaran maupun dugaan aktivitas penyimpanan BBM.

“Untuk pemilik rumah sudah kita ketahui identitasnya. Saat ini sedang didalami dan akan kita lakukan klarifikasi terkait dugaan penyimpanan BBM di rumah,” ujarnya.

Keberadaan Yuda hingga Jumat kemarin belum diketahui. Polisi masih berupaya menemukan pemilik rumah tersebut. “Sampai sekarang belum diketahui,” kata Rendi.

Dalam pemeriksaan awal di lokasi kebakaran rumah di Kotabaru Barat Martapura itu, penyidik menemukan sejumlah benda yang menjadi perhatian. Salah satunya bekas keran berbahan besi yang diduga bagian dari instalasi tedmon.

BACA JUGA:Belum Digunakan, Gedung Kopdes Merah Putih Rawa Banda Rusak Disapu Angin, Langsung Diperbaiki

BACA JUGA:Sehidup Semati di Karang Agung, Suami Susul Istri di Hari yang Sama

Benda tersebut ditemukan di antara material sisa kebakaran. Namun, polisi belum menyimpulkan fungsi keran tersebut. Aparat juga belum memastikan adanya aktivitas penyimpanan BBM di rumah tersebut.

Seluruh temuan masih diperiksa untuk mengungkap penyebab kebakaran dan memastikan ada atau tidaknya aktivitas lain di lokasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) OKU Timur Harlius SSos MM mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 18.44 WIB.

Petugas Posko 1 Martapura langsung menuju lokasi yang berjarak sekitar enam kilometer. Tiga unit kendaraan pemadam dikerahkan. Dua unit milik Damkarmat OKU Timur dan satu kendaraan dari TNI.

BACA JUGA:DPO Kejari Ogan Ilir Dibekuk di Lubuk Keliat, Langsung Dijebloskan ke Lapas

BACA JUGA:Iming-Iming Kerja di Perusahaan Migas, 30 Orang Tertipu Hingga Rp2,7 Miliar

“Informasi yang kami terima, api sudah cukup besar. Tim yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan,” ujar Harlius.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Penyebab kebakaran dan total kerugian masih dalam pendataan.

Harlius mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber kebakaran dari peralatan rumah tangga maupun instalasi listrik. Kompor harus dipastikan mati sebelum rumah ditinggalkan. Colokan dan perangkat listrik yang tidak digunakan juga sebaiknya dicabut. “Pastikan juga menggunakan kabel dan instalasi listrik yang standar,” pungkasnya.

Rumah di Martapura Terbakar Hebat, Polisi Selidiki Dugaan Penyimpanan BBM

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co --  hebat menghanguskan rumah milik yuda (37), di (kerung), kecamatan martapura, oku timur, sumatera selatan, kamis (24/9/2026) sekitar pukul 18.44 wib.

api membesar cepat hingga menjulang tinggi dan sempat disertai suara ledakan yang membuat warga panik.

besarnya kobaran api memunculkan dugaan di tengah masyarakat bahwa rumah tersebut digunakan untuk menyimpan . polisi kini mendalami dugaan tersebut.

kasat reskrim polres oku timur iptu rendi ramadhona sh mengatakan, penyidik telah mengecek lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (tkp). polisi juga memasang garis polisi di sekitar bangunan yang terbakar. “kami juga sudah memasang police line di lokasi,” kata rendi, jumat (25/9).



menurut rendi, polisi telah mengetahui identitas pemilik rumah. penyidik masih mencari keberadaan yuda untuk dimintai keterangan mengenai kebakaran maupun dugaan aktivitas penyimpanan bbm.

“untuk pemilik rumah sudah kita ketahui identitasnya. saat ini sedang didalami dan akan kita lakukan klarifikasi terkait dugaan penyimpanan bbm di rumah,” ujarnya.

keberadaan yuda hingga jumat kemarin belum diketahui. polisi masih berupaya menemukan pemilik rumah tersebut. “sampai sekarang belum diketahui,” kata rendi.

dalam pemeriksaan awal di lokasi kebakaran rumah di kotabaru barat martapura itu, penyidik menemukan sejumlah benda yang menjadi perhatian. salah satunya bekas keran berbahan besi yang diduga bagian dari instalasi tedmon.



benda tersebut ditemukan di antara material sisa kebakaran. namun, polisi belum menyimpulkan fungsi keran tersebut. aparat juga belum memastikan adanya aktivitas penyimpanan bbm di rumah tersebut.

seluruh temuan masih diperiksa untuk mengungkap penyebab kebakaran dan memastikan ada atau tidaknya aktivitas lain di lokasi.

sementara itu, kepala dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (damkarmat) oku timur harlius ssos mm mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 18.44 wib.

petugas posko 1 martapura langsung menuju lokasi yang berjarak sekitar enam kilometer. tiga unit kendaraan pemadam dikerahkan. dua unit milik damkarmat oku timur dan satu kendaraan dari tni.



“informasi yang kami terima, api sudah cukup besar. tim yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan,” ujar harlius.

tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. penyebab kebakaran dan total kerugian masih dalam pendataan.

harlius mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber kebakaran dari peralatan rumah tangga maupun instalasi listrik. kompor harus dipastikan mati sebelum rumah ditinggalkan. colokan dan perangkat listrik yang tidak digunakan juga sebaiknya dicabut. “pastikan juga menggunakan kabel dan instalasi listrik yang standar,” pungkasnya.

Tag
Share