bacakoran.co

Ribuan Manajer Kopdes Kecewa Penempatan Acak, Banyak yang Siap Ajukan Putus Kontrak?

Protes manajer Kopdes Merah Putih soal gaji kecil dan penempatan jauh dari domisili--X

BACAKORAN.CO - Protes keras dari para manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) soal penempatan yang dianggap acak dan gaji yang dinilai kecil tengah viral.

Banyak di antara mereka mengaku kecewa karena lokasi kerja jauh dari domisili, sementara nominal upah mengikuti Upah Minimum Provinsi (UMP) setempat.

Fenomena ini mencuat setelah sejumlah unggahan dan tangkapan layar percakapan internal beredar luas.

Salah satu yang paling ramai dibahas adalah postingan akun X @itszweedy pada 26 September 2026. Dalam unggahannya, @itszweedy menyoroti gelombang protes terkait gaji kecil dan penempatan yang “ngawur”.

“Pada protes gaji kecil dan penempatan yang katanya ngawur, jauh dari domisili dan kayanya banyak yang bakal ngajuin putus kontrak, terus itu yang bakal ngisi bangunan yang kosong siapa?” tulis @itszweedy.

BACA JUGA:Klaster Mewah di Lapas Cibinong Terungkap, Kemenimipas Nonaktifkan 5 Pejabat Termasuk Kalapas

Program Kopdes Merah Putih merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi modern.

Pemerintah merekrut sekitar 28.626 manajer yang telah melalui seleksi dan pelatihan.

Mereka dijadwalkan mulai bekerja di gerai pada Oktober 2026 dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.

Mengapa Penempatan Dianggap Acak?

Dari awal, skema penempatan manajer memang tidak sepenuhnya berbasis domisili.

BACA JUGA:Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, Putra Bungsu Bung Karno Tutup Usia

Pemerintah menekankan prinsip kesiapan infrastruktur dan kebutuhan operasional.

Jika di satu daerah terdapat 10 bangunan kopdes yang siap, sementara jumlah lulusan lokal mencapai 20 orang, maka sebagian harus ditempatkan di lokasi lain.

“Bukannya dari awal emang penempatannya tuh random ya dan harus mau ditempatkan dimana saja walau ga sesuai domisili?” tulis @itszweedy dalam unggahan sebelumnya yang ikut viral.

Ribuan Manajer Kopdes Kecewa Penempatan Acak, Banyak yang Siap Ajukan Putus Kontrak?

Deby Tri

Deby Tri


bacakoran.co - protes keras dari para manajer koperasi desa/kelurahan merah putih (kopdes merah putih) soal penempatan yang dianggap acak dan gaji yang dinilai kecil tengah viral.

banyak di antara mereka mengaku kecewa karena lokasi kerja jauh dari domisili, sementara nominal upah mengikuti upah minimum provinsi (ump) setempat.

fenomena ini mencuat setelah sejumlah unggahan dan tangkapan layar percakapan internal beredar luas.

salah satu yang paling ramai dibahas adalah postingan akun x @itszweedy pada 26 september 2026. dalam unggahannya, @itszweedy menyoroti gelombang protes terkait gaji kecil dan penempatan yang “ngawur”.

“pada protes gaji kecil dan penempatan yang katanya ngawur, jauh dari domisili dan kayanya banyak yang bakal ngajuin putus kontrak, terus itu yang bakal ngisi bangunan yang kosong siapa?” tulis @itszweedy.

program kopdes merah putih merupakan salah satu prioritas presiden prabowo subianto untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi modern.

pemerintah merekrut sekitar 28.626 manajer yang telah melalui seleksi dan pelatihan.

mereka dijadwalkan mulai bekerja di gerai pada oktober 2026 dengan status perjanjian kerja waktu tertentu (pkwt) selama dua tahun di bawah pt agrinas pangan nusantara.

mengapa penempatan dianggap acak?

dari awal, skema penempatan manajer memang tidak sepenuhnya berbasis domisili.

pemerintah menekankan prinsip kesiapan infrastruktur dan kebutuhan operasional.

jika di satu daerah terdapat 10 bangunan kopdes yang siap, sementara jumlah lulusan lokal mencapai 20 orang, maka sebagian harus ditempatkan di lokasi lain.

“bukannya dari awal emang penempatannya tuh random ya dan harus mau ditempatkan dimana saja walau ga sesuai domisili?” tulis @itszweedy dalam unggahan sebelumnya yang ikut viral.

banyak netizen yang justru mengkritik sikap para manajer.

“program goblok dari orang goblok tuh isinya paling cuma sepersekian yang ga goblok. itu gajinya udah di sesuaiin sama ump sesuai domisili, dapat uang makan, dapat tunjangan dan rata2 yang gua liat gada tuh di bawah 5jt. emang pada ga bersyukur dan banyak mau aja,” tulis @noireumi.

komentar lain datang lebih pedas.

“itu yg bilang udah berkorban banyak hal. woi kami juga udah berkorban ngeluarin duit pajak buat bayarin pelatihan kalian yg milyaran itu ya,” tulis @kanau_spes.

gaji manajer kopdes berapa sebenarnya?

pemerintah memastikan gaji manajer mengacu pada ump di wilayah penempatan, ditambah tunjangan makan, transportasi, dan komponen lain.

beberapa informasi yang beredar menyebut total take-home pay rata-rata di atas rp5 juta per bulan, tergantung daerah.

di dki jakarta misalnya, ump 2026 sudah mendekati rp5,7 juta.

kepala badan komunikasi pemerintah (bakom) m. qodari menjelaskan bahwa proses penempatan dilakukan secara terukur, bukan asal cepat.

“proses penempatan para manajer dilakukan secara terukur. pemerintah tidak hanya mengejar kecepatan penempatan, tetapi juga memastikan para manajer masuk ke dalam sistem kerja yang jelas dan memiliki kepastian dalam menjalankan tugasnya,” ujar qodari.

menteri koperasi ferry juliantono sebelumnya menargetkan penempatan paling lambat 25 september 2026, setelah verifikasi, validasi, dan penerbitan surat keputusan (sk).

sk tersebut dikeluarkan oleh pt agrinas pangan nusantara, dan distribusi manajer sepenuhnya berada di tangan perusahaan bumn tersebut.

Tag
Share