Budidaya Melon Tanpa Lanjaran, Lebih Praktis dan Hemat Biaya
Budidaya Melon Tanpa Lanjaran, Lebih Praktis dan Hemat Biaya--ist--
BACA KORAN.CO – Budidaya melon umumnya menggunakan lanjaran atau ajir untuk menopang tanaman agar tumbuh ke atas. Namun, petani juga bisa menanam melon tanpa lanjaran dengan membiarkan tanaman menjalar di permukaan tanah.
Metode ini dinilai lebih sederhana karena petani tidak perlu menyiapkan bambu, tali, kawat, maupun tenaga tambahan untuk mengikat tanaman. Biaya awal budidaya pun dapat ditekan.
Salah satu petani melon di Tanjung Senai, Indralaya, Ogan Ilir, Ega, menerapkan sistem tersebut pada lahan yang dikelolanya.
"Selain lebih hemat, sistem tanpa lanjaran juga relatif lebih sederhana dalam pelaksanaannya," ujar Ega.
Menurutnya, tanaman cukup diarahkan agar sulur menyebar mengikuti jalur yang telah disiapkan. Buah melon yang berkembang di atas tanah juga perlu diberi alas.
Alas tersebut dapat berupa jerami, tambahan mulsa, atau material lain yang bersih. Bahan yang digunakan sebaiknya tidak mudah menahan air.
BACA JUGA:TMMD Kodim 0420/OKI Buka Akses Jalan Baru, Pelancar Distribusi Hasil Pertanian
Melon Tanpa Lanjaran Perlu Drainase yang Baik
Meski lebih sederhana, metode budidaya melon tanpa lanjaran tetap membutuhkan pengelolaan lahan yang baik.
Tanaman yang menjalar memiliki kontak lebih dekat dengan permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kelembapan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Drainase lahan harus dibuat dengan baik. Air yang menggenang dapat meningkatkan risiko gangguan pada akar dan serangan penyakit.
"Untungnya musim ini tidak turun hujan, jadi kelembapan tetap terjaga," jelas Ega.
Karena itu, kondisi cuaca perlu menjadi pertimbangan ketika petani memilih metode budidaya melon tanpa lanjaran.
BACA JUGA:Susul Layanan Menkeu, Kini 'Lapor Pak Amran' Hadir Sebagai Ruang Keluhan Kesah di Bidang Pertanian!
Jarak Tanam Melon Perlu Diperhatikan
Selain kelembapan, jarak tanam juga berpengaruh terhadap pengelolaan tanaman.
Secara umum, jarak tanam melon dapat berada pada kisaran 50–60 cm antar tanaman dalam satu baris. Sementara jarak antarbaris atau lubang tanam sekitar 60–70 cm.
Dalam satu hektare, jumlah lubang tanam melon dapat mencapai sekitar 5.000–10.000 lubang. Kepadatan ideal tetap perlu disesuaikan dengan varietas, kondisi lahan, serta sistem pemeliharaan.
Ega mengatakan lahan yang dikelolanya memiliki luas sekitar 2 hektare. Sebagian lahan ditanami semangka dan sebagian lainnya digunakan untuk melon.
"Perawatannya hampir mirip semangka, karena sama-sama dibiarkan menjalar di tanah tanpa membuat tiang lanjaran," terangnya.
BACA JUGA:BRI Salurkan KUR Rp69,8 Triliun ke 8,3 Juta UMKM, Sektor Pertanian Jadi Andalan!
Penyiraman Melon Jangan Berlebihan
Kebutuhan air menjadi bagian penting dalam budidaya melon tanpa lanjaran.
Penyiraman perlu dilakukan secara teratur, terutama ketika tanaman masih berada pada fase awal pertumbuhan. Frekuensinya dapat disesuaikan dengan umur tanaman dan kondisi cuaca.
Petani juga perlu menghindari penyiraman berlebihan. Tanah yang terlalu basah dapat mengganggu perkembangan akar.
Kondisi terlalu lembap juga dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit pada tanaman.
BACA JUGA:Ini Indonesia Bung! Argentina Wajib Penuhi 3 Syarat Ini Jika Ingin Investasi di Sektor Pertanian
Buah Melon Perlu Diberi Alas
Salah satu perhatian khusus pada sistem tanpa lanjaran adalah posisi buah yang langsung berada dekat permukaan tanah.
Buah sebaiknya tidak dibiarkan bersentuhan langsung dengan tanah dalam waktu lama. Penggunaan jerami atau material alas yang bersih dapat membantu menjaga buah tetap terpisah dari permukaan tanah.
Alas juga perlu diperiksa secara berkala. Jika terlalu basah atau mulai membusuk, material sebaiknya diganti.
Langkah tersebut penting untuk menjaga kondisi buah menjelang panen.
Budidaya Melon Tanpa Lanjaran Lebih Sederhana
Budidaya melon tanpa lanjaran menawarkan alternatif bagi petani yang ingin menekan kebutuhan sarana pendukung tanaman.
Tidak adanya lanjaran membuat petani tidak perlu memasang tiang dan mengikat sulur satu per satu. Namun, metode ini bukan berarti bebas dari kebutuhan pemeliharaan.
Pengaturan air, drainase, nutrisi, pengendalian organisme pengganggu tanaman atau OPT, serta pengelolaan buah tetap harus dilakukan secara tepat.
Keberhasilan budidaya melon tanpa lanjaran pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh penggunaan ajir atau tidak. Kondisi lahan, cuaca, varietas, jarak tanam, serta ketepatan perawatan tetap menjadi faktor penting hingga tanaman memasuki masa panen.