bacakoran.co

Rupiah di Rp17.995 per Dolar, Pasar Cermati Sinyal Fed dan BoJ

Rupiah di Rp17.995 per Dolar, Pasar Cermati Sinyal Fed dan BoJ--bacaaja.co--

PALEMBANG, BACAKORAN.CO – Pasar keuangan global kembali mencermati arah kebijakan bank sentral utama dunia setelah pejabat Federal Reserve (Fed) mendorong pelaku pasar untuk tidak terlalu cepat memperkirakan kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober.

Pejabat Fed menekankan perlunya melihat lebih banyak data ekonomi sebelum menentukan langkah kebijakan moneter berikutnya. Pernyataan tersebut membuat ekspektasi pasar terhadap perubahan suku bunga kembali menjadi perhatian.

Di Jepang, inflasi inti tahunan pada September meningkat. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga yang masih menguat dan berpotensi memperkuat alasan bagi Bank of Japan (BoJ) untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya.

Namun, di sisi lain, permintaan domestik Jepang mengalami kontraksi. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat mengganggu momentum pemulihan ekonomi secara keseluruhan.

BACA JUGA:Modal Kecil Dijanjikan Untung Besar, Jangan Sampai Terjebak Investasi Bodong

Pasar Turunkan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BoJ

Dengan mempertimbangkan tekanan inflasi sekaligus pelemahan permintaan domestik, pelaku pasar menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ pada pertemuan 30 Oktober mendatang.

Situasi tersebut membuat pasar harus menimbang dua indikator yang bergerak berlawanan, yakni tekanan inflasi yang meningkat dan aktivitas domestik yang melemah.

Perkembangan kebijakan BoJ menjadi salah satu perhatian pasar valuta asing karena perubahan suku bunga Jepang dapat memengaruhi arus modal dan pergerakan mata uang regional.

BACA JUGA:Jangan Masukkan Uangmu Dulu! Investasi yang Terlihat Aman Ternyata Menyimpan Risiko Besar

Manufaktur Kanada Tertekan

Dari Kanada, sektor manufaktur juga menunjukkan pelemahan dan berada pada level terendah dalam enam bulan.

Meningkatnya harga energi serta tekanan dari tarif perdagangan menjadi faktor yang membebani sektor manufaktur. Kondisi tersebut turut meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan prospek pertumbuhan ekonomi Kanada.

Perkembangan ekonomi Kanada menjadi perhatian pasar karena turut memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter dan pergerakan dolar Kanada terhadap mata uang utama.

BACA JUGA:Investasi Emas untuk Anak, Begini Cara Menghitung Keuntungannya

BI Tetap Jaga Stabilitas Rupiah

Di dalam negeri, Gubernur Bank Indonesia menyatakan bahwa bank sentral tetap berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Namun, strategi intervensi akan mengalami penyesuaian. Bank Indonesia akan mengurangi intensitas intervensi langsung di pasar spot dan meningkatkan pemanfaatan instrumen derivatif.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi stabilisasi rupiah ketika tekanan terhadap pasar valuta asing masih tinggi.

BACA JUGA:Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Menguat Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Kurs Mata Uang Hari Ini

Berikut kurs KURS V1 berdasarkan data yang tersedia:

Mata Uang Bank Buy Bank Sell
USD Rp17.935 Rp17.995
SGD Rp13.974 Rp14.064
HKD Rp2.282,89 Rp2.296,16
CHF Rp21.522 Rp21.671
JPY Rp113,15 Rp114,01
CAD Rp12.585 Rp12.665
CNY Rp2.661,28 Rp2.690,29
THB Rp529,87 Rp537,36
SAR Rp4.770,84 Rp4.799,26
KRW Rp13,04 Rp13,46
MYR Rp4.376,98 Rp4.413,81
GBP Rp23.614 Rp23.765
AUD Rp12.385 Rp12.474
NZD Rp10.011 Rp10.087
EUR Rp20.119 Rp20.251

Sementara itu, KURS V2 mencatat sejumlah nilai tukar terhadap dolar AS sebagai berikut:

Mata Uang Bank Buy Bank Sell
SGD 1,2820 1,2809
HKD 7,8476 7,8458
CHF 0,8324 0,8313
JPY 158,33 158,02
CAD 1,4235 1,4224
CNY 6,7316 6,6962
THB 33,8120 33,5280
SAR 3,7551 3,7537
KRW 1.372,90 1.337,69
MYR 4,0930 4,0815
GBP 1,3181 1,3192
AUD 0,6913 0,6924
NZD 0,5587 0,5598
EUR 1,1230 1,1241

Minyak dan Emas

Di pasar komoditas, harga crude oil berada di level 93,20, sementara harga XAU atau emas tercatat 4.163,12.

Pergerakan minyak dan emas tetap menjadi perhatian pasar karena keduanya dapat memberikan pengaruh terhadap inflasi, nilai tukar, serta ekspektasi kebijakan bank sentral.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar kini mencermati kombinasi antara arah kebijakan Fed, prospek suku bunga BoJ, kondisi manufaktur Kanada, serta strategi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah.

Rupiah di Rp17.995 per Dolar, Pasar Cermati Sinyal Fed dan BoJ

djarwo

djarwo


palembang, bacakoran.co – pasar global kembali mencermati arah kebijakan bank sentral utama dunia setelah pejabat federal reserve (fed) mendorong pelaku pasar untuk tidak terlalu cepat memperkirakan kenaikan suku bunga pada pertemuan oktober.

pejabat fed menekankan perlunya melihat lebih banyak data ekonomi sebelum menentukan langkah kebijakan moneter berikutnya. pernyataan tersebut membuat ekspektasi pasar terhadap perubahan suku bunga kembali menjadi perhatian.

di jepang, inflasi inti tahunan pada september meningkat. kondisi ini menunjukkan tekanan harga yang masih menguat dan berpotensi memperkuat alasan bagi bank of japan (boj) untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya.

namun, di sisi lain, permintaan domestik jepang mengalami kontraksi. kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat mengganggu momentum pemulihan ekonomi secara keseluruhan.

pasar turunkan ekspektasi kenaikan suku bunga boj

dengan mempertimbangkan tekanan inflasi sekaligus pelemahan permintaan domestik, pelaku pasar menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga boj pada pertemuan 30 oktober mendatang.

situasi tersebut membuat pasar harus menimbang dua indikator yang bergerak berlawanan, yakni tekanan inflasi yang meningkat dan aktivitas domestik yang melemah.

perkembangan kebijakan boj menjadi salah satu perhatian pasar valuta asing karena perubahan suku bunga jepang dapat memengaruhi arus modal dan pergerakan mata uang regional.

manufaktur kanada tertekan

dari kanada, sektor manufaktur juga menunjukkan pelemahan dan berada pada level terendah dalam enam bulan.

meningkatnya harga energi serta tekanan dari tarif perdagangan menjadi faktor yang membebani sektor manufaktur. kondisi tersebut turut meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan prospek pertumbuhan ekonomi kanada.

perkembangan ekonomi kanada menjadi perhatian pasar karena turut memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter dan pergerakan dolar kanada terhadap mata uang utama.

bi tetap jaga stabilitas rupiah

di dalam negeri, gubernur bank indonesia menyatakan bahwa bank sentral tetap berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

namun, strategi intervensi akan mengalami penyesuaian. bank indonesia akan mengurangi intensitas intervensi langsung di pasar spot dan meningkatkan pemanfaatan instrumen derivatif.

kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi stabilisasi rupiah ketika tekanan terhadap pasar valuta asing masih tinggi.

kurs mata uang hari ini

berikut kurs kurs v1 berdasarkan data yang tersedia:

mata uang bank buy bank sell
usd rp17.935 rp17.995
sgd rp13.974 rp14.064
hkd rp2.282,89 rp2.296,16
chf rp21.522 rp21.671
jpy rp113,15 rp114,01
cad rp12.585 rp12.665
cny rp2.661,28 rp2.690,29
thb rp529,87 rp537,36
sar rp4.770,84 rp4.799,26
krw rp13,04 rp13,46
myr rp4.376,98 rp4.413,81
gbp rp23.614 rp23.765
aud rp12.385 rp12.474
nzd rp10.011 rp10.087
eur rp20.119 rp20.251

sementara itu, kurs v2 mencatat sejumlah nilai tukar terhadap dolar as sebagai berikut:

mata uang bank buy bank sell
sgd 1,2820 1,2809
hkd 7,8476 7,8458
chf 0,8324 0,8313
jpy 158,33 158,02
cad 1,4235 1,4224
cny 6,7316 6,6962
thb 33,8120 33,5280
sar 3,7551 3,7537
krw 1.372,90 1.337,69
myr 4,0930 4,0815
gbp 1,3181 1,3192
aud 0,6913 0,6924
nzd 0,5587 0,5598
eur 1,1230 1,1241

minyak dan emas

di pasar komoditas, harga crude oil berada di level 93,20, sementara harga xau atau emas tercatat 4.163,12.

pergerakan minyak dan emas tetap menjadi perhatian pasar karena keduanya dapat memberikan pengaruh terhadap inflasi, nilai tukar, serta ekspektasi kebijakan bank sentral.

dengan kondisi tersebut, pelaku pasar kini mencermati kombinasi antara arah kebijakan fed, prospek suku bunga boj, kondisi manufaktur kanada, serta strategi bank indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah.

Tag
Share