bacakoran.co

5 Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Batu Ginjal

5 Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Batu Ginjal--gemini--

Bagi orang yang tidak mengonsumsi produk susu, beberapa sayuran seperti kale dan bok choy dapat menjadi alternatif sumber kalsium yang relatif rendah oksalat.

BACA JUGA:Dua Organ Satu Masalah: Keterkaitan Erat Antara Masalah Sendi dan Fungsi Ginjal

3.Buah dan sayuran tinggi air

Mentimun dan semangka termasuk makanan dengan kandungan air tinggi yang dapat dimasukkan ke dalam menu sehari-hari.

Kandungan air tersebut membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus mendukung produksi urine.

Volume urine yang lebih banyak dapat membantu mengencerkan mineral atau zat yang berpotensi membentuk kristal. 

Namun, makanan tinggi air tetap tidak menggantikan kebutuhan minum air putih secara teratur.

BACA JUGA:Menjaga Penjernih Alami Tubuh: Pentingnya Deteksi Dini Kerusakan Fungsi Ginjal

4.Kacang-kacangan dan lentil

Kacang-kacangan dan lentil dapat menjadi salah satu pilihan sumber protein selain daging. 

Jenis makanan ini memiliki kandungan purin yang lebih rendah dibandingkan sejumlah sumber protein hewani, terutama daging merah.

Pola makan dengan asupan purin yang lebih rendah dapat membantu mengurangi produksi asam urat. 

Hal tersebut penting karena batu ginjal juga dapat terbentuk dari asam urat pada kondisi tertentu.

BACA JUGA:Kaki Bengkak karena Ginjal, Kenali Ciri dan Penyebabnya

5.Biji-bijian utuh

Oat dan beras merah merupakan contoh biji-bijian utuh yang mengandung magnesium. 

Mineral ini dapat berikatan dengan oksalat di saluran pencernaan sehingga membantu mengurangi jumlah oksalat yang mencapai ginjal.

Biji-bijian utuh juga dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang karena mengandung serat dan berbagai zat gizi.

5 Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Batu Ginjal

Wira

djarwo


bacakoran.co - batu terbentuk ketika mineral atau zat tertentu di dalam urine mengendap dan membentuk kristal. salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal adalah memperhatikan pola makan dan asupan cairan setiap hari.

dikutip dari eatingwell, sejumlah makanan dapat dimasukkan ke dalam untuk membantu menjaga kesehatan ginjal dan mengurangi risiko pembentukan batu.

pilihannya antara lain buah sitrus, makanan kaya kalsium, buah dan sayuran dengan kandungan air tinggi, kacang-kacangan, serta biji-bijian utuh.

batu ginjal dapat terbentuk ketika urine mengandung terlalu banyak mineral atau zat pembentuk kristal. kristal tersebut kemudian dapat berkumpul dan berkembang menjadi batu dengan ukuran yang beragam.

karena itu, pola makan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. selain memilih makanan yang tepat, menjaga kecukupan cairan juga penting untuk membantu menghasilkan urine yang lebih encer.

1.buah sitrus

buah sitrus seperti lemon, jeruk, dan jeruk nipis dapat menjadi pilihan dalam pola makan untuk membantu menurunkan risiko batu ginjal. 

buah-buahan tersebut mengandung sitrat, senyawa yang dapat membantu menghambat pembentukan kristal tertentu.

sitrat dapat berikatan dengan kalsium di dalam urine sehingga membantu mengurangi kemungkinan terbentuknya kristal.

konsumsi buah utuh juga memberikan manfaat lain karena mengandung air dan berbagai zat gizi.

2.makanan kaya kalsium

makanan yang mengandung kalsium juga dapat membantu menurunkan risiko batu ginjal, terutama batu yang berkaitan dengan oksalat. 

produk susu dan susu nabati yang diperkaya kalsium dapat membantu mengikat oksalat di saluran pencernaan.

dengan begitu, jumlah oksalat yang diserap tubuh dan kemudian masuk ke urine dapat berkurang. 

bagi orang yang tidak mengonsumsi produk susu, beberapa sayuran seperti kale dan bok choy dapat menjadi alternatif sumber kalsium yang relatif rendah oksalat.

3.buah dan sayuran tinggi air

mentimun dan semangka termasuk makanan dengan kandungan air tinggi yang dapat dimasukkan ke dalam menu sehari-hari.

kandungan air tersebut membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus mendukung produksi urine.

volume urine yang lebih banyak dapat membantu mengencerkan mineral atau zat yang berpotensi membentuk kristal. 

namun, makanan tinggi air tetap tidak menggantikan kebutuhan minum air putih secara teratur.

4.kacang-kacangan dan lentil

kacang-kacangan dan lentil dapat menjadi salah satu pilihan sumber protein selain daging. 

jenis makanan ini memiliki kandungan purin yang lebih rendah dibandingkan sejumlah sumber protein hewani, terutama daging merah.

pola makan dengan asupan purin yang lebih rendah dapat membantu mengurangi produksi asam urat. 

hal tersebut penting karena batu ginjal juga dapat terbentuk dari asam urat pada kondisi tertentu.

5.biji-bijian utuh

oat dan beras merah merupakan contoh biji-bijian utuh yang mengandung magnesium. 

mineral ini dapat berikatan dengan oksalat di saluran pencernaan sehingga membantu mengurangi jumlah oksalat yang mencapai ginjal.

biji-bijian utuh juga dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang karena mengandung serat dan berbagai zat gizi.

konsumsinya dapat dikombinasikan dengan sayuran, buah, serta sumber protein sesuai kebutuhan.

pola makan perlu disesuaikan

meski sejumlah makanan dapat membantu menurunkan risiko batu ginjal, pola makan tidak bisa disamaratakan untuk semua orang.

jenis batu ginjal yang pernah dialami, kondisi kesehatan, serta kebiasaan makan dapat memengaruhi rekomendasi yang tepat.

selain memperhatikan makanan, mencukupi kebutuhan cairan merupakan bagian penting dalam pencegahan. 

tujuannya adalah membantu menjaga urine tetap cukup encer sehingga mineral pembentuk batu tidak mudah mengendap.

dengan demikian, buah sitrus, makanan kaya kalsium, buah dan sayuran tinggi air, kacang-kacangan, serta biji-bijian utuh dapat menjadi bagian dari pola makan untuk membantu menurunkan risiko batu ginjal.

pemilihan makanan tetap perlu disertai pola hidup seimbang dan asupan cairan yang cukup.(wira)

Tag
Share