bacakoran.co

Gunung Anak Krakatau Erupsi Beruntun, Kolom Abu 250 Meter, Status Tetap Level II Waspada

Anak Krakatau Meletus Lagi dan Malam Ini jumat, 9 oktober 2026--X

BACAKORAN.CO – Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Erupsi pertama tercatat pukul 16.17 WIB dengan kolom abu mencapai sekitar 250 meter di atas puncak atau 407 meter di atas permukaan laut, diikuti erupsi lanjutan pada pukul 16.30 WIB dan rangkaian malam hari mulai 18.28 WIB.

Masyarakat, nelayan, dan wisatawan di sekitar kawasan diimbau tetap tenang namun waspada, mematuhi rekomendasi resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta menjauhi radius 2 kilometer dari kawah aktif.

Status gunung tetap di Level II (Waspada).

BACA JUGA:88 Warga dan Pegawai Pemkot Palembang Dapat Umrah Gratis, Ini Kategorinya

Kronologi Erupsi 9 Oktober 2026

Aktivitas dimulai sore hari.

Berdasarkan laporan pengamatan PVMBG, erupsi pukul 16.17 WIB menghasilkan kolom abu berwarna kelabu, cokelat hingga hitam dengan intensitas tebal yang condong ke arah utara dan barat laut.

Durasi sementara sekitar 3 menit 46 detik dengan amplitudo maksimum 39 mm di seismogram.

Selang 13 menit kemudian, pukul 16.30 WIB, erupsi kedua terjadi dengan kolom abu sekitar 150 meter di atas puncak (307 meter di atas permukaan laut).

Amplitudo meningkat menjadi 56 mm meski durasi lebih singkat, yakni 36 detik.

BACA JUGA:Begini Aturan Pesangon PHK yang Baru, Perusahaan Harus Siapkan Dana Cadangan

Malam harinya, rangkaian erupsi berlanjut. Pukul 18.28 WIB, erupsi kembali tercatat.

Tinggi kolom tidak teramati karena kondisi visual, dan aktivitas masih berlangsung saat laporan awal diterbitkan.

Selanjutnya terjadi erupsi tambahan pada pukul 18.34, 18.35, 18.44, dan 18.45 WIB. Amplitudo tertinggi mencapai 57 mm dengan durasi bervariasi hingga 51 detik.

Gunung Anak Krakatau Erupsi Beruntun, Kolom Abu 250 Meter, Status Tetap Level II Waspada

Deby Tri

Deby Tri


bacakoran.co – gunung anak krakatau di perairan selat sunda, kabupaten lampung selatan, provinsi lampung, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada jumat, 9 oktober 2026.

erupsi pertama tercatat pukul 16.17 wib dengan kolom abu mencapai sekitar 250 meter di atas puncak atau 407 meter di atas permukaan laut, diikuti erupsi lanjutan pada pukul 16.30 wib dan rangkaian malam hari mulai 18.28 wib.

masyarakat, nelayan, dan wisatawan di sekitar kawasan diimbau tetap tenang namun waspada, mematuhi rekomendasi resmi pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi (pvmbg), serta menjauhi radius 2 kilometer dari kawah aktif.

status gunung tetap di level ii (waspada).

kronologi erupsi 9 oktober 2026

aktivitas dimulai sore hari.

berdasarkan laporan pengamatan pvmbg, erupsi pukul 16.17 wib menghasilkan kolom abu berwarna kelabu, cokelat hingga hitam dengan intensitas tebal yang condong ke arah utara dan barat laut.

durasi sementara sekitar 3 menit 46 detik dengan amplitudo maksimum 39 mm di seismogram.

selang 13 menit kemudian, pukul 16.30 wib, erupsi kedua terjadi dengan kolom abu sekitar 150 meter di atas puncak (307 meter di atas permukaan laut).

amplitudo meningkat menjadi 56 mm meski durasi lebih singkat, yakni 36 detik.

malam harinya, rangkaian erupsi berlanjut. pukul 18.28 wib, erupsi kembali tercatat.

tinggi kolom tidak teramati karena kondisi visual, dan aktivitas masih berlangsung saat laporan awal diterbitkan.

selanjutnya terjadi erupsi tambahan pada pukul 18.34, 18.35, 18.44, dan 18.45 wib. amplitudo tertinggi mencapai 57 mm dengan durasi bervariasi hingga 51 detik.

beberapa laporan menyebutkan total lebih dari lima kali erupsi dalam rentang waktu singkat malam itu.

sebagaimana dikutip dari akun x @indepensumatera pada tanggal 9 oktober 2026, “alert! gunung anak krakatau kembali erupsi! gunung anak krakatau di selat sunda, lampung, kembali mengalami erupsi pada jumat, 9 oktober 2026, pukul 18.28 wib sebelumnya, pada pukul 16.17 wib, anak krakatau juga dilaporkan mengalami erupsi dengan kolom abu sekitar 250 meter di atas puncak.” 

status terkini dan rekomendasi keselamatan

kepala badan geologi lana saria menegaskan bahwa tingkat aktivitas gunung anak krakatau masih ditetapkan pada level ii (waspada).

“kolom abu teramati berwarna kelabu, cokelat, hingga hitam dengan intensitas tebal yang condong bergerak ke arah utara dan barat laut,” ujar lana saria dalam keterangan resmi.

kepala pos pengamatan gunung anak krakatau di desa hargo pancuran, suwarno, menambahkan detail teknis: “erupsi pertama pukul 16.17 wib menyemburkan kolom abu setinggi 250 meter di atas puncak, bergerak ke utara dan barat laut dengan durasi 3 menit 46 detik. selang 13 menit kemudian, erupsi kedua terjadi pukul 16.30 wib dengan tinggi kolom 150 meter.”

masyarakat, wisatawan, nelayan, dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.

hindari spekulasi dan hanya rujuk kanal resmi magma indonesia atau akun badan geologi.

pantau perkembangan angin karena abu dapat terbawa ke arah utara-barat laut.

siapkan masker jika terjadi hujan abu di wilayah sekitar.

Tag
Share