bacakoran.co

King Abdi MasterChef Sindir Arya Wedakarna: Turis Indonesia Dihargai di Vietnam, Bukan di Bali

King Abdi Wisatawan Domestik Dihargai di Vietnam--X

BACAKORAN.CO – King Abdi alumni MasterChef Indonesia Season 10 yang kini aktif sebagai content creator dan pengusaha kuliner, membuat pernyataan viral dari Saigon, Vietnam, pada 10 Oktober 2026.

Ia menyarankan wisatawan Indonesia lebih baik berlibur ke Vietnam daripada Bali karena merasa lebih dihargai di negeri tetangga.

Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap komentar anggota DPD RI asal Bali, Gusti Arya Wedakarna (AWK), yang menyebut Bali sedang menyeleksi turis berkualitas dengan daya beli tinggi dan membawa dolar.  

Dalam video yang dibagikan di media sosial, King Abdi menyatakan bahwa wisatawan lokal seringkali dipandang sebelah mata di Bali karena tidak membawa mata uang asing dan jarang memberi tip.

BACA JUGA:Viral! Sarwendah Bongkar Rekaman VC Ruben Onsu, Tawarkan Jadi 'Penjaga Hati' ke Pria Lain

“Arahan King Abdi masterchef kita liburan ke Vietnam aja gak usah ke Bali. Soalnya kita gak punya dolar,” tulis akun X @999o7i saat membagikan video tersebut pada 10 Oktober 2026.

Polemik dimulai beberapa hari sebelumnya terkait pengalaman artis seperti Billy Syahputra di Bali.

AWK kemudian memberikan tanggapan yang menyoroti etika wisatawan domestik, termasuk kebiasaan memberi tip dan menawar.

Dalam pernyataannya, AWK menyebutkan Bali sedang melakukan pembenahan dan lebih menginginkan turis yang spending-nya tinggi.

BACA JUGA:Banjir Bandang Terjang Perumahan Mewah Lumin Park Koto Tangah, Banyak Warga Dievakuasi

“Kita sekarang sedang menyeleksi turis yang berkualitas, turis yang spending-nya banyak, turis yang memiliki modal banyak. Kita juga butuh turis yang dolarnya banyak,” ujar AWK, sebagaimana dikutip berbagai media.

Ia juga mempersilakan siapa saja yang ingin boikot Bali untuk pergi ke destinasi lain.

Pernyataan ini memicu reaksi keras di media sosial karena dianggap merendahkan wisatawan domestik yang selama ini menjadi tulang punggung pariwisata, terutama di masa-masa sulit.

Sebagaimana dikutip dari akun X @999o7i pada tanggal 10 Oktober 2026, video King Abdi memperlihatkan dirinya di Saigon sambil menyinggung situasi di Bali.

King Abdi MasterChef Sindir Arya Wedakarna: Turis Indonesia Dihargai di Vietnam, Bukan di Bali

Deby Tri

Deby Tri


bacakoran.co – king abdi alumni masterchef indonesia season 10 yang kini aktif sebagai content creator dan pengusaha kuliner, membuat pernyataan viral dari saigon, vietnam, pada 10 oktober 2026.

ia menyarankan wisatawan indonesia lebih baik berlibur ke vietnam daripada bali karena merasa lebih dihargai di negeri tetangga.

pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap komentar anggota dpd ri asal bali, gusti arya wedakarna (awk), yang menyebut bali sedang menyeleksi turis berkualitas dengan daya beli tinggi dan membawa dolar.  

dalam video yang dibagikan di media sosial, king abdi menyatakan bahwa wisatawan lokal seringkali dipandang sebelah mata di bali karena tidak membawa mata uang asing dan jarang memberi tip.

“arahan king abdi masterchef kita liburan ke vietnam aja gak usah ke bali. soalnya kita gak punya dolar,” tulis akun x @999o7i saat membagikan video tersebut pada 10 oktober 2026.

polemik dimulai beberapa hari sebelumnya terkait pengalaman artis seperti billy syahputra di bali.

awk kemudian memberikan tanggapan yang menyoroti etika wisatawan domestik, termasuk kebiasaan memberi tip dan menawar.

dalam pernyataannya, awk menyebutkan bali sedang melakukan pembenahan dan lebih menginginkan turis yang spending-nya tinggi.

“kita sekarang sedang menyeleksi turis yang berkualitas, turis yang spending-nya banyak, turis yang memiliki modal banyak. kita juga butuh turis yang dolarnya banyak,” ujar awk, sebagaimana dikutip berbagai media.

ia juga mempersilakan siapa saja yang ingin boikot bali untuk pergi ke destinasi lain.

pernyataan ini memicu reaksi keras di media sosial karena dianggap merendahkan wisatawan domestik yang selama ini menjadi tulang punggung pariwisata, terutama di masa-masa sulit.

sebagaimana dikutip dari akun x @999o7i pada tanggal 10 oktober 2026, video king abdi memperlihatkan dirinya di saigon sambil menyinggung situasi di bali.

ia mencontohkan bahwa banyak tempat populer di bali seperti krisna, keranjang, warung mak beng, dan berbagai tempong justru ramai didatangi wisatawan asing.

“orang wisatawan lokal mana bisa bro belanja-belanja di tempat seperti itu,” kata king abdi.

apa yang dikatakan king abdi dari saigon

dalam video berdurasi sekitar 1,5 menit, king abdi menyampaikan pengalaman langsung. ia merasa wisatawan indonesia sangat dihargai di vietnam dan beberapa negara lain.

“alhamdulillah karena hidup ini sangat mulia sekali, jadi wisatawan indonesia itu sangat dihargai di vietnam sama di negara lain. ya enggak apa-apa di negara sendiri tidak dihargai, disampaikan dari saigon, vietnam ya,” ujar king abdi.

ia juga mengingatkan bahwa di beberapa negara seperti korea dan jepang, memberi tip justru dianggap ilegal atau tidak lazim. king abdi menekankan bahwa polemik ini tidak boleh membuat masyarakat membenci seluruh bali.

“jangan membenci pulaunya hanya karena ulah satu orang, dan jangan membela satu orang untuk kehancuran satu pulau. paham ya,” tutupnya.

netizen merespons beragam.

“bali nggak recommended bro, kecuali lo duitnya banyak dan hobi ngasih tips,” tulis @semarbagong2000 dalam balasan di x.

“kalau wisatawan domestik mulai mikir vietnam lebih worth it, jangan buru-buru nuduh mereka gak cinta indonesia. mungkin mereka cuma pengin liburan tanpa harus merasa miskin di tanah air sendiri.”

banyak wisatawan domestik mengakui bahwa harga di bali, terutama di area wisata utama, sering kali jauh lebih tinggi dibanding destinasi regional seperti vietnam, thailand, atau malaysia.

tiket pesawat jakarta–ho chi minh (saigon) biasanya berkisar 1,5–3 jam penerbangan langsung, sementara biaya akomodasi, makan, dan transportasi lokal di vietnam sering lebih terjangkau untuk kantong menengah.

vietnam menawarkan pengalaman serupa pantai, kuliner, budaya, dan kota modern dengan pelayanan yang dinilai lebih egaliter terhadap wisatawan asia tenggara.

di sisi lain, bali tetap unggul dalam keindahan alam, budaya hindu yang unik, dan infrastruktur pariwisata yang matang.

masalahnya terletak pada persepsi diskriminasi berdasarkan daya beli.

data historis menunjukkan wisatawan domestik menyumbang volume kunjungan yang signifikan ke bali, terutama di luar musim high-season mancanegara.

umkm, warung lokal dan transportasi dalam negeri sangat bergantung pada belanja rupiah. ketika narasi “turis berkualitas = dolar” menguat, rasa kepemilikan masyarakat terhadap destinasi nasional berkurang.

Tag
Share