bacakoran.co

Terjang Asap Karhutla Dekat Permukiman, Petugas Damkar Ogan Ilir Tumbang

Petugas Damkar yang alami sesak nafas saat jalani perawatan.--

BACAKORAN.CO – Asap pekat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, jatuh lemas saat bertugas, Sabtu (10/10/2026) siang.

Petugas bernama Rois Sufarhan itu diduga mengalami sesak napas ketika memadamkan api di lokasi kebakaran yang berada dekat permukiman warga. Ia kemudian dilarikan ke Puskesmas Pemulutan untuk mendapatkan perawatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Ogan Ilir, Edi Rahmat, membenarkan insiden yang menimpa anggotanya tersebut.

Menurut dia, Rois merupakan personel regu A yang mengalami gangguan pernapasan setelah terpapar asap pekat saat melakukan pemadaman.

BACA JUGA:Buka Lowongan Kerja 1.000 Petugas Damkar, Warga Luar Jakarta Boleh Daftar: Gaji Rp6,4 Juta

BACA JUGA:Ngeri! Rumah di Cilincing Terbakar Hebat, 45 Petugas Damkar Dikerahkan

“Anggota Damkar regu A, Rois Sufarhan, mengalami sesak napas dan sudah dibawa ke Puskesmas Pemulutan,” kata Edi, Minggu (11/10/2026).

Dokumentasi yang dibagikan memperlihatkan Rois terbaring lemas di tempat tidur perawatan. Ia masih mengenakan sepatu bot yang biasa digunakan saat bertugas. Sebuah selang oksigen tampak terpasang untuk membantu pernapasannya.

Edi memastikan kondisi Rois mulai membaik. Meski demikian, petugas tersebut belum diperbolehkan kembali bertugas karena masih membutuhkan waktu untuk pemulihan.

“Alhamdulillah kondisi yang bersangkutan mulai stabil. Hanya perlu proses pemulihan,” ujarnya.

BACA JUGA:Dua Buruh Tewas di Sumur Sedalam 12 Meter, Diduga Terpapar Gas Beracun

BACA JUGA:Jalan Talang Ojan–Sukamaju Amblas, Pengendara Terancam Bahaya

Insiden ini memperlihatkan risiko yang dihadapi petugas saat menangani karhutla, terutama ketika asap menyelimuti area pemadaman.

Selain menghadapi kobaran api, petugas harus bekerja di tengah kondisi udara yang dapat mengganggu pernapasan dan membatasi jarak pandang.

Terjang Asap Karhutla Dekat Permukiman, Petugas Damkar Ogan Ilir Tumbang

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co – asap pekat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat seorang kabupaten ogan ilir, sumatera selatan, saat bertugas, sabtu (10/10/2026) siang.

petugas bernama rois sufarhan itu diduga mengalami ketika memadamkan api di lokasi kebakaran yang berada dekat permukiman warga. ia kemudian dilarikan ke puskesmas pemulutan untuk mendapatkan perawatan.

pelaksana tugas (plt) kepala dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan kabupaten ogan ilir, edi rahmat, membenarkan insiden yang menimpa anggotanya tersebut.

menurut dia, rois merupakan personel regu a yang mengalami gangguan pernapasan setelah terpapar asap pekat saat melakukan pemadaman.

“anggota damkar regu a, rois sufarhan, mengalami sesak napas dan sudah dibawa ke puskesmas pemulutan,” kata edi, minggu (11/10/2026).

dokumentasi yang dibagikan memperlihatkan rois terbaring lemas di tempat tidur perawatan. ia masih mengenakan sepatu bot yang biasa digunakan saat bertugas. sebuah selang oksigen tampak terpasang untuk membantu pernapasannya.

edi memastikan kondisi rois mulai membaik. meski demikian, petugas tersebut belum diperbolehkan kembali bertugas karena masih membutuhkan waktu untuk pemulihan.

“alhamdulillah kondisi yang bersangkutan mulai stabil. hanya perlu proses pemulihan,” ujarnya.

insiden ini memperlihatkan risiko yang dihadapi petugas saat menangani karhutla, terutama ketika asap menyelimuti area pemadaman.

selain menghadapi kobaran api, petugas harus bekerja di tengah kondisi udara yang dapat mengganggu pernapasan dan membatasi jarak pandang.

risiko semakin besar ketika kebakaran terjadi di dekat permukiman. petugas tidak hanya berupaya mengendalikan api, tetapi juga mencegah kobaran merambat ke rumah warga dan mengancam keselamatan masyarakat.

edi menjelaskan, tugas utama dinas damkar dan penyelamatan ogan ilir adalah menangani kebakaran bangunan, rumah, dan kawasan permukiman. namun, petugas tetap turun membantu memadamkan karhutla apabila api berpotensi mengancam warga.

“begitulah risiko di lapangan. anggota kami senantiasa sigap, apalagi saat karhutla sekarang ini. jangan sampai api merambah ke permukiman,” tegas edi.

penanganan karhutla membutuhkan kewaspadaan tinggi, terutama ketika petugas harus bekerja dalam kepungan asap.

penggunaan perlengkapan pelindung yang sesuai, pemantauan kondisi fisik, serta penanganan cepat ketika muncul gejala gangguan pernapasan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan personel.

sesak napas yang dialami rois menjadi pengingat bahwa dampak karhutla tidak hanya mengancam warga di sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga petugas yang berada di garis depan pemadaman.

hingga minggu (11/10/2026), kondisi rois dilaporkan mulai stabil dan masih menjalani pemulihan. belum ada keterangan lebih lanjut mengenai lokasi persis kebakaran maupun luas lahan yang terbakar.

dinas damkar dan penyelamatan ogan ilir tetap menghadapi tantangan untuk mencegah api menjalar ke kawasan hunian, sekaligus memastikan petugas dapat menjalankan tugas dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Tag
Share