“Kalau memang ada yang salah, jelaskan secara terbuka, bukan malah teriak-teriak. Kalau diperlukan, kami siap bantu dia untuk konseling psikologi,” tambah pelapor.
PPATK telah menerima laporan ini dan berjanji akan menelusuri aliran dana donasi tersebut.
“Kami sudah berkonsultasi dan menyerahkan bukti-bukti. Dalam waktu dekat, kami yakin semuanya akan terbuka,” jelas perwakilan pelapor.
Di tengah kontroversi ini, muncul usulan unik dari Kongres Pemuda Indonesia untuk mengangkat Agus Salim sebagai Duta Donasi Nasional.
BACA JUGA:Hadapi Jepang yang Dihuni Pemain Berkualitas, Eliano: Saya Juga Pemain Bagus
Mereka beralasan, perjuangan Agus dalam menggalang dana sangat gigih, meskipun penuh dengan kontroversi.
“Kami berharap gelar ini bisa menjadi solusi agar Agus tidak lagi bersedih,” ujar perwakilan Kongres.
Jika investigasi membuktikan adanya penyalahgunaan dana, Agus Salim bisa dijerat pidana.
Donatur yang merasa dirugikan juga berhak mengajukan gugatan hukum.
BACA JUGA:Satu Bal Pakain Laundry Hilang Ternyata Pencurinya Agus
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dalam penggalangan dana, terutama yang melibatkan donasi publik dalam jumlah besar.
Kasus Agus Salim masih dalam tahap penyelidikan, namun sudah memantik perhatian luas.
Para donatur berharap keadilan ditegakkan, dan dana yang dihimpun benar-benar digunakan sesuai peruntukan.
Di sisi lain, kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mendonasikan uang mereka.
BACA JUGA:Absennya 2 Pemain Ini Bisa Jadi Masalah Saat Semen Padang Kembali ke Stadion Haji Agus Salim