Kematian Uswatun Hasanah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat.
Terutama bagi kedua anaknya yang harus menghadapi dunia tanpa ibu yang sangat mereka cintai.
Semoga keadilan segera ditegakkan untuk korban dan anak-anaknya.
BACA JUGA:Bocor! Dokumen Rahasia Kerjasama Antara Israel dengan Microsoft
BACA JUGA:Doktif Buka Suara Tak Mau Beri Tau Nama Reseller Shella Saukia, Ia Takut Hal Ini Bakal Terjadi
Warga Desa Dadapan, Kecamatan Kendel, Kabupaten Ngawi, digemparkan dengan penemuan mayat dalam koper merah pada Kamis, 23 Januari 2025.
Setelah dilakukan identifikasi, korban mutilasi tersebut diketahui berinisial UK, seorang perempuan asal Desa Bend, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.
Tragisnya, UK meninggalkan dua anak yang masih kecil berusia 7 dan 10 tahun.
Ayah korban, Suto, memastikan bahwa korban adalah putrinya.
BACA JUGA:Tembok Proyek Saluran Air di Kabupaten OKU Ambruk Timpa Pekerja, 1 Tewas 2 Luka-luka
Ia mendatangi RSUD Ngawi pada Jumat, 24 Januari 2025, sekitar pukul 13.00 WIB untuk mengidentifikasi jenazah.
Menurut keluarga, UK meninggalkan rumah pada Jumat, 17 Januari 2025, namun tidak memberikan kabar sejak Senin, 19 Januari.
Upaya keluarga untuk menghubunginya pun sia-sia, karena pesan WhatsApp hanya centang satu.
Kronologi Penemuan Mayat
Mayat UK ditemukan oleh seorang warga yang hendak membuang sampah di sebuah selokan di Desa Dadapan.