Sebelum tragedi terjadi Alfian masih sempat melakukan panggilan video dengan orang tuanya ketika dalam perjalanan menuju Yogyakarta.
BACA JUGA:Innalillahi! 13 Siswa SMP 7 Mojokerto Terseret Ombak Pantai Drini, 4 Masih Dalam Pencarian
BACA JUGA:Viral di Medsos Guru Dikeroyok 3 Siswa di Sekolah, Netizen: Laporin Ini Sudah Kriminal!
Momen ini memungkinkan Alfian untuk memastikan posisi duduknya di bus memberikan rasa tenang bagi keluarga yang ditinggalkan.
"Sempat VC saat dia sudah berangkat, memastikan posisi duduknya di bus. Posisi di tengah," Tambah Mat Syarip.
3. Kronologi Kejadian
Pada Selasa, 28 Januari 2025 rombongan siswa SMPN 7 Mojokerto yang berjumlah 261 orang, didampingi oleh 16 guru pendamping tiba di Pantai Drini untuk kegiatan outing class.
Tanpa menunda waktu banyak dari siswa tersebut langsung bermain air dan berenang di pantai.
BACA JUGA:Korban Perang Tentara Israel Mencapai 15 Ribu Jiwa Selama Genosidanya di Gaza
Namun tidak lama setelah itu ombak besar datang dan menyeret 13 siswa ke tengah laut.
Kejadian ini terjadi begitu cepat hingga banyak yang tidak sempat menyadari bahaya yang mengancam.
4. Respon Cepat dan Proses Evakuasi
Warga setempat yang menyaksikan kejadian ini segera menghubungi petugas SAR yang bertugas di sekitar pantai.
Tim SAR bergerak cepat melakukan penyelamatan.
Dari 13 siswa yang terseret 9 berhasil diselamatkan.
Namun sayangnya 4 siswa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Proses pencarian dilakukan dengan penyisiran di sekitar tebing, meskipun menghadapi tantangan dari arus laut yang kuat dan kondisi pasang.