Sebab dalam persaingan kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini didominasi pelatih asing, Imran tetap percaya diri. Mengemas delapan kemenangan, sembilan hasil imbang dan enam kekalahan.
Imran Nahumarury jadi pelatih lokal satu-satunya di Liga 1 -lib-
"Saya tidak melihat lawan siapa ke depannya. Mau pelatih asing atau tidak, menurut saya sama saja," kata Imran Nahumarury.
"Situasi ini karena kerja keras saya dan juga teman-teman yang selalu mendukung serta membantu saya di dalam tim. Menurut saya, perjalanan masih panjang dan saya berharap tidak cepat puas serta bisa lebih baik dari sekarang," tegasnya.
Selain konsistensi permainan, Imran menilai bahwa kekuatan utama timnya terletak pada rasa kekeluargaan yang tinggi di dalam skuad.
"Saya tidak melihat nama besar di dalam tim, tetapi bagaimana pemain tersebut bekerja keras untuk tim ini. Saya pikir juga bahwa bermain sebagai keluarga menjadi salah satu kunci selain intensitas dalam latihan yang sama dengan saat pertandingan," ujar mantan pelatih PSIS Semarang itu.
Menurutnya, Yance Sayuri dkk cepat memahami filosofi permainan yang diinginkannya. Hal itu menjadi salah satu faktor yang membuat Malut United mampu bersaing di Liga 1 2024/25.
"Intinya, kekeluargaan dan kerja keras menjadi kunci hingga sekarang," ujarnya.
Malut United dalam waktu dekat akan melawan PSS Sleman. Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion Kie Raha pada 23 Februari 2025.