"Kalau bisa mengurangi kepadatan, silakan. Instansi yang ingin menerapkan WFA diperbolehkan," ujar Menteri PANRB Rini Widyantini.
BACA JUGA:Buruan! Penjualan 73 Ribu Tiket Kereta Mudik Lebaran Telah Dibuka, Jangan Sampai Kehabisan!
Strategi Pemerintah: Mengurai Kemacetan Arus Mudik
Menhub Dudy Purwagandhi menjelaskan, kebijakan WFA ini diharapkan dapat menekan kepadatan pemudik pada puncak arus mudik.
Jika WFA dimulai pada 24 Maret, pemudik bisa mulai bepergian sejak 21 Maret malam, sehingga arus mudik tidak menumpuk dalam satu waktu.
Data Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa lonjakan pemudik pada musim mudik Lebaran 2025 diprediksi lebih besar dibanding tahun sebelumnya.
Mengingat banyak masyarakat yang menunda mudik saat Natal dan Tahun Baru.
Faktor Cuaca dan Koordinasi Lintas Kementerian
Selain menghindari kemacetan, faktor cuaca juga menjadi pertimbangan utama dalam penerapan WFA bagi ASN.
Musim pancaroba yang berlangsung hingga Maret-April bisa mempengaruhi kondisi pelayaran, terutama di Pelabuhan Merak yang kerap menghadapi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem.
BACA JUGA:THR Sebelum Lebaran? 4 Bansos Pemerintah Cair Februari 2025, Cek Rekeningmu Sekarang!
BACA JUGA:HOREE! THR ASN Cair Maret 2025, Full Tanpa Potongan!
"Ombak tinggi dan hujan deras bisa menyebabkan kapal tertahan. Dengan adanya WFA, pemudik punya waktu lebih fleksibel untuk mengatur perjalanan mereka," ujar Dudy.