Di sisi domestik, rupiah juga terbebani oleh kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mengecewakan serta meningkatnya kekhawatiran fiskal pemerintah.
BACA JUGA:Investor Tunggu Pengumuman dari China, Rupiah Melonjak ke Rp15.105 per USD, Terkuat di Asia!
Menurut Lukman, meskipun mata uang di kawasan Asia juga melemah, rupiah tertekan lebih dalam akibat ketidakstabilan ekonomi dalam negeri.
"Sentimen domestik juga masih jelek terutama kekhawatiran fiskal pemerintah," terang Lukman seperti dilansir dari CNNIndonesia.com.
Tiga Faktor Utama di Balik Jatuhnya Rupiah
Sementara itu, Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, mengidentifikasi tiga faktor utama yang semakin memperburuk kondisi rupiah. Apa saja?
1. Ketegangan Perang Dagang Global
Presiden AS Donald Trump kembali memicu ketidakpastian global dengan kebijakan tarif agresif.
Terbaru, Trump mengancam akan memberlakukan tarif 25 persen bagi negara yang membeli minyak dari Venezuela.
Amerika Serikat menuduh Venezuela mengirim penjahat ke AS, yang semakin memperburuk hubungan diplomatik antara kedua negara.
BACA JUGA:Rupiah Pagi Ini Kembali Menguat Jadi Rp15.413 per USD, Efek Kunjungan Paus Fransiskus?
BACA JUGA:Akankan Rupiah Hari Ini Lanjut Melemah? Begini Prediksi Pengamat Mata Uang!
Jika perang dagang ini berlanjut, perdagangan global bisa terganggu, memperlemah perekonomian dunia dan berdampak pada rupiah.