BACAKORAN.CO - Sebagai respons atas kehilangan 200 kilogram rendang Willie Salim pada 18 Maret 2025, Pemerintah Kota Palembang dan sejumlah influencer menggelar acara masak besar.
Mereka memasak 300 kilogram daging rendang dan 700 ayam kecap untuk dibagikan kepada masyarakat Palembang.
Ribuan warga Palembang antusias menghadiri acara masak besar di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), menerima hidangan rendang dan ayam kecap dengan kupon yang telah dibagikan sebelumnya.
Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menjelaskan bahwa acara masak besar ini diadakan untuk mengklarifikasi klaim Willie Salim dalam videonya tentang kehilangan sejumlah besar daging rendang saat memasak di Palembang.
"Masyarakat Palembang penuh dengan sopan santun dan ketertiban. Kita buktikan bahwa masyarakat Palembang sejak masa Kesultanan sudah beradab, punya rasa disiplin dan perjuangan," kata Isnaini dalam keterangannya.
Gerakan Cinta Rakyat (Gencar) dan influencer Dr. Richard Lee menjadi penggagas acara masak besar ini, yang kemudian mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Palembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI).
Dr. Richard Lee menyampaikan rasa terima kasihnya kepada warga Palembang atas dukungan dan kehadiran mereka dalam acara tersebut.
"Terimakasih kepada warga yang hadir mendukung acara ini. Kita buktikan, kita bisa tertib dan terkoordinasi dengan baik," katanya.
BACA JUGA:Terungkap Pesan Terakhir Wartawan Perempuan di Banjarbaru Kalsel Sebelum Ditemukan Tewas
Charma Afrianto, Ketua Gencar, menegaskan bahwa konten Willie Salim yang menyebutkan kehilangan 200 kilogram rendang telah mencemarkan nama baik masyarakat Palembang.
"Perkara dia (Willie Salim) sengaja atau tidak membuat konten tersebut, yang pasti citra masyarakat Palembang sudah buruk. Maka hari ini, kita buktikan bahwa Palembang tidak tamak seperti yang disebarkan," tuturnya.
Suksesnya acara masak besar ini membuktikan kemampuan Palembang dalam menyelenggarakan event besar secara tertib dan terorganisir, sekaligus menunjukkan kedisiplinan tinggi masyarakat Palembang.