Gubernur Jabar Betindak, Dadang Kabid Dishub Bogor Mewek, Setelah Diduga Potong Uang Kompensasi Sopir Angkot

Minggu 06 Apr 2025 - 21:00 WIB
Reporter : Deby Tri
Editor : Deby Tri

BACAKORAN.CO - Viral nama Dadang Kosasih Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) setelah diduga pangkas dana kompensasi untuk sopir angkot di Jalur Puncak Bogor.

Isu ini bermula ketika para sopir angkot mengeluhkan bahwa mereka tidak menerima kompensasi penuh yang seharusnya diberikan selama libur Lebaran Idul Fitri 2025.

Operasional angkot di Jalur Puncak dihentikan selama libur Lebaran untuk mengurangi kemacetan. 

Sebagai gantinya pemerintah memberikan kompensasi berupa uang Rp1 juta dan sembako senilai Rp500 ribu per sopir. 

BACA JUGA:Heboh Foto Dugaan Lisa Mariana Sebelum dan Sesudah Operasi Plastik Selingkuhan Ridwan Kamil

BACA JUGA:Ajudan Kapolri Tempeleng Pewarta Foto Antara di Semarang, Ancam Tempeleng Semua Jurnalis Lainnya

Namun keluhan muncul ketika beberapa sopir melaporkan bahwa mereka hanya menerima sebagian dari dana tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, cepat tanggap terhadap keluhan ini dan tidak memberikan toleransi terhadap tindakan yang dianggap sebagai premanisme berseragam. 

"Kalau itu dilakukan oleh ASN atau kelompok organisasi resmi, saya tetap menyatakan itu adalah tindakan premanisme," tegas Dedi dalam unggahan video di media sosial.

Klarifikasi dari Dadang Kosasih

Menanggapi isu tersebut, Dadang Kosasih menyatakan bahwa dana yang diserahkan para sopir kepada Kelompok Koperasi Serba Usaha (KKSU) awalnya bersifat sukarela. 

BACA JUGA:Indonesia Gelap! Badai PHK Bakal Terjang Indonesia Imbas Kebijakan Tarif Trump, Segini Perkiraannya

BACA JUGA:Usai Libur Cuti Lebaran, ASN Dilarang Telat Masuk dan Tambah Libur, Jika Melanggar Sanksi Ini Akan Berlaku!

Namun informasi simpang siur menyebutkan adanya pemotongan sebesar Rp200 ribu yang kemudian dikembalikan setelah masalah ini viral.

Dadang menegaskan bahwa Dishub maupun Organda tidak terlibat dalam pemotongan tersebut. 

Dadang menjelaskan bahwa miskomunikasi antar pihak terlibat menjadi penyebab munculnya isu ini.

Kategori :