"Bukan bela dokter nya yah.. Tapi kenapa orang skarang semuanya harus divideoin. Bicara baik-baik dulu kan bisa. Saya berapa kali ke RS bawa keluarga berjam-jam nunggu dokter sabar aja tuh nggak ada niat videoin meskipun agak lama menunggu karena I know bukan cuma kita pasien," komentar salah satu akun Instagram.
"Jika UGD Full, Dokter UGD dapat menolak pasien baru, takutnya tidak mampu memberi perawatan intensif… sebelum drujuk pun puskesmas harus berkoordinasi dengan RS," tulis salah satu akun Instagram lain dalam komentar.
"Yang rekam ditunggu video minta maafnya," kata akun Instagram lainnya.
"Kezelll banget sama orang sok-sok mau viralin, padahal udah jelas ada aturan dilarang merekam."
Lantas, dengan adanya video viral itu, pihak rumah sakit menyampaikan klarifikasi resminya melalui Direktur Umum, Pemasaran, dan Keuangan Dr. Irwandy yang membantah tudingan adanya penolakan pasien di UGD.
"Manajemen RS Unhas dengan tegas menyatakan bahwa rumah sakit kami tidak pernah menolak pasien gawat darurat. Setiap pasien yang datang dengan kondisi darurat selalu kami terima dan berikan penanganan sesuai dengan prosedur medis yang berlaku," kata Irwandy dalam pernyataan tertulis tersebut.
Selain itu, dalam sebuah siaran pers, manajemen RS Unhas juga menjelaskan kronologi dalam versi mereka yang menyebutkan bahwa pasiem yang berada di dalam video merupakan laki-laki berusia 66 tahun yang tiba di UGS sekitar pukul 12.30 WITA.
Namun sayangnya, saat itu konidisi UGD sedang penuh sehingga perawat dan dokter segera memerika pasien tersebut di atas ambulans.
BACA JUGA:HORE! Guru Honorer Dapat Bonus Gaji Rp300 Ribu per Bulan, Ditransfer Langsung ke Rekening Pribadi!
Terlebih lagi, saat itu pasien menunjukkan tanda-tanda vital yang tidak normal dan membutuhkan penanganan segera.
Maka dari itu, para tenaga medis RS Unhas memberikan pemeriksaan laboratorium dan pemberian infus di atas ambulans.
Kemudian, di sela-sela pemeriksaan, seorang pria yang didua kerabat pasien melakukan perekaman tanpa izin yang emnganggu pemeriksaan dokter.
Oleh karena itulah, snag dokter terlihat marah dan melarang perekam memvideokan kondisi tersebut.