"Masih ada banyak pemain yang bisa menggantikan posisinya. Situasi in bukan menjadi masalah karena Malut tidak pernah bergantung pada satu atau dua pemain," tutur Imran.
Juru taktik berusia 46 tahun itu juga mengatakan kartu merah Chechu menjadi salah satu bahan evaluasi tim pelatih ke depannya. Harapannya, tidak ada lagi pemain yang mendapatkan kartu serupa.
"Konsentrasi masih menjadi kelemahan kami. Kartu merah Chechu dan kebobolan pada menit akhir menjadi catatan yang akan terus kami perbaiki," kata Imran.
Sementara itu, Pelatih PSIS Semarang Muhammad Ridwan mengakui bahwa Malut United layak untuk memenangi pertandingan. Ini karena mereka sangat menguasai jalannya pertandingan.
"Malut United berhak untuk memenangkan pertandingan. Mereka mendominasi serangan dan mampu menciptakan peluang dan memanfaatkannya dengan sangat baik," ucap Ridwan.
Usai laga ini, Malut United yang memiliki julukan Laskar Kie Raha selanjutnya akan melakoni laga pekan ke-34 Liga 1 2024-2025 yang sekaligus menjadi partai terakhir musim ini dengan menghadapi Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS), Jumat (23/5/2025).