Kedua mobil ini masih populer di pasar mobil bekas, dengan banyak komunitas seperti Kijang Kapsul Club Indonesia (KKCI) dan penggemar Kijang Super yang aktif di media sosial.
Spesifikasi Kijang Super vs Kijang Kapsul
Toyota Kijang Super (Generasi 3, 1986–1992)
BACA JUGA:Bukan Cuma Legendaris, Toyota Kijang Innova Masih Jadi Mobil Terlaris 2025, Kok Bisa?
Dimensi: Panjang 4.200 mm, lebar 1.650 mm, tinggi 1.795 mm, wheelbase 2.500 mm.
1.5L (SGX): Mesin 5K, 4 silinder, karburator, menghasilkan tenaga 70 HP pada 5.600 rpm dan torsi 115 Nm pada 3.200 rpm.
1.8L (LGX): Mesin 7K, 4 silinder, karburator, menghasilkan tenaga 84 HP pada 5.200 rpm dan torsi 135 Nm pada 3.200 rpm.
Transmisi: 5-speed manual (standar), dengan opsi 4-speed otomatis pada varian LGX.
Kapasitas Bahan Bakar: Tangki 60 liter, efisiensi BBM sekitar 1:8-10 km/liter.
Suspensi: Depan double wishbone dengan torsion bar, belakang leaf spring.
BACA JUGA:Masih Jadi Idola! Inilah Alasan Kijang Kapsul Gak Ada Matinya Meski Udah 20 Tahun!
Fitur: Power steering (varian LGX), velg alloy 14 inci (Enkei pada LGX), overfenders, rear window wiper (LGX), AC double blower.
Keunggulan: Desain kotak yang ikonik, mesin tahan lama, suku cadang melimpah, harga terjangkau di pasar bekas.
Toyota Kijang Kapsul (Generasi 4, 1997–2004)
Dimensi: Panjang 4.500 mm, lebar 1.670 mm, tinggi 1.840 mm, wheelbase 2.600 mm (lebih panjang dan luas dibanding Kijang Super).
Mesin: