Saat ini, Sora tidak memiliki kemampuan generasi audio native. Pengguna harus menambahkan audio secara manual pada tahap pasca-produksi, yang bisa memakan waktu dan tenaga.
Ini membatasi efisiensi Sora untuk proyek yang membutuhkan audio terintegrasi langsung.
BACA JUGA:Bukan Cuma Buat Video Realistis! Google Veo 3 Punya Fitur AI Canggih, Ini Kelebihan Lainnya
Pemenang Kemampuan Audio: Google Veo 3 menang telak karena kemampuan audio native-nya yang tidak dimiliki Sora.
Durasi Video dan Fleksibilitas
Google Veo 3 dapat menghasilkan video berdurasi hingga 60 detik atau lebih, cocok untuk narasi panjang atau adegan kompleks.
Fleksibilitas input multimodal (teks, gambar, atau sketsa storyboard) memungkinkan kreator mengontrol hasil akhir dengan lebih presisi.
Sedangkan OpenAI Sora dirancang untuk klip pendek antara 5 hingga 20 detik, ideal untuk konten media sosial seperti Instagram, TikTok, atau YouTube Shorts.
BACA JUGA:Trik & Tips Buat Video AI Realistis Gratis dengan Google Veo 3, Gampang Banget!
Ada fitur seperti Remix, Storyboard, dan Blend memberikan kebebasan kreatif, tetapi durasi terbatas membuatnya kurang cocok untuk proyek sinematik panjang.
Google Veo 3 unggul untuk proyek dengan durasi lebih panjang dan kebutuhan sinematik, sementara Sora lebih cocok untuk konten media sosial cepat.
Google Veo 3: Hanya tersedia di AS melalui langganan Google AI Ultra ($249,99/bulan), menjadikannya pilihan premium untuk profesional atau perusahaan.
OpenAI Sora: Mulai dari $20/bulan melalui ChatGPT Plus, lebih terjangkau dan cocok untuk individu atau usaha kecil.
Pemenang Harga: OpenAI Sora karena biaya yang jauh lebih rendah.
BACA JUGA:Harga Google VO3 Bikin Melongo! Tapi Ada Rahasia Pakai GRATIS Lho..