Untuk menghindari bahaya tersebut, dr. Bramantya merekomendasikan metode merebus sebagai pilihan yang lebih sehat.
BACA JUGA:COVID-19 Meningkat Lagi? Inilah 9 Makanan Tingkatkan Kekebalan Tubuh
BACA JUGA:Lebih Sehat Minyak atau Mentega? Cek Dulu Fakta Kesehatannya di Sini!
Proses ini tidak menggunakan suhu ekstrem dan mengurangi pembentukan zat berbahaya.
“Rebus daging dengan air atau kuah yang cukup, tanpa tambahan lemak berlebihan. Metode ini jauh lebih aman untuk jantung dan sistem pencernaan,” ujarnya.
Meski lebih sehat, bukan berarti semua jenis daging aman dikonsumsi tanpa batas.
Kandungan lemak jenuh dalam daging merah, terutama dari kambing dan sapi, bisa meningkatkan kadar kolesterol dan memperburuk kondisi penderita hipertensi atau penyakit jantung.
BACA JUGA:Waspada! Ini Dia Jenis Makanan Laut yang Kolesterolnya Tinggi Banget, Jangan Kebanyakan Makan!
Selain cara memasak, memilih bagian daging juga penting.
Hindari bagian yang terlalu berlemak seperti gajih atau daging berurat tebal.
Pilih bagian yang lebih ramping seperti paha atau has dalam.
Batasi konsumsi daging maksimal 100-150 gram sekali makan, dan imbangi dengan sayuran serta buah segar agar sistem pencernaan tetap lancar.
BACA JUGA:Nggak Nyangka! Buah Plum Bisa Bantu Turunin Berat Badan, Si Kecil yang Bikin Lemak Luluh!
Menurut dr. Bramantya, tidak ada metode memasak yang benar-benar bebas risiko.