Tusukannnya dari sayap kiri mampu merepotkan Arsenal. Dia kerap memberikan assist yang sangat akurat. Pendukung Arsenal tak bisa melupakan atas aksi Khvicha Kvaratskhelia pada leg pertama di Stadion Emirates.
Aksi Khvicha Kvaratskhelia dengan kecepatan diatas-rata-rata mampu membuat pertahanan Arsenal kocar kacir. Setelah itu dia memberikan assist kepada Ousmane Dembele untuk mencetak gol sekaligus membawa PSG menang 1-0.
Tomasz Pasieczny mantan Kepala pemandu bakat Arsenal yang bertugas di kawasan Eropa Timur mengatakan dirinya pernah menawarkan kepada Arsenal untuk merekrut Khvicha Kvaratskhelia saat dia masih berusia 16 tahun.
Arsenal menolak untuk merekrutnya karena alasan mental karena memang Khvicha Kvaratskhelia bukan berasal dari negara yang tak punya tradisi sepak bola yang kuat di Eropa. Dia berasal dari negara Georgia yang merdeka setelah Uni Soviet bubar tahun 1990.
“Saat itu tim muda timnas Georgia datang ke Polandia untuk mengikuti kualifikasi turnamen. Saya memantau beberapa pemain yang menonjol. Ada Khvicha Kvaratskhelia dan Zuriko Davitashvili. Saya berdiskusi siapa yang terbaik diantara keduanya,” kata Tomasz Pasieczny kepada weszlo.com. Arsenal tak mau melirik Khvicha Kvaratskhelia dan lebih tertarik untuk membeli pemain muda Brasil Marquinhos. The Gunners kurang beruntung ternyata Marquinhos hanya mentas sebanyak 6 pertandingan di skuat utama Arsenal. Setelah itu dia dipinjamkan ke Cruzeiro. (*)