Efek Gencatan Senjata Iran-Israel, Rupiah Hari Ini Lanjut Hajar Dolar AS

Kamis 26 Jun 2025 - 11:27 WIB
Reporter : Ramadhan Evrin
Editor : Ramadhan Evrin

BACA JUGA:Makin Irit! Kode Promo Grab Spesial Gajian Juni 2025, Cek di Sini Diskon GrabBike dan GrabCar Rp 30 Ribu

BACA JUGA:BSU 2025 Resmi Cair, Tapi Ekonom Bilang: Jangan Terlalu Senang Dulu!

Dari AS, Ketua The Fed Jerome Powell pun bikin geger.

Ia memperingatkan jika tarif tinggi ala Trump bisa memicu inflasi dan memperlambat penurunan suku bunga.

Padahal pasar sebelumnya berharap pemangkasan suku bunga bisa segera terjadi.

Rupiah Masih Bisa Nendang, Tapi Terbatas

BACA JUGA:Diskon GoCar dan GoRide, Ini Kumpulan Kode Promo Gojek Akhir Juni 2025, Kuy Klaim Sekarang!

BACA JUGA:Satgas Koperasi Merah Putih Dibentuk, Prabowo Tunjuk Sosok Ini sebagai Ketua!

Sementara Ariston Tjendra, Presiden Direktur PT Doo Financial Futures mengatakan, penguatan rupiah saat ini disebabkan oleh melemahnya dolar AS dan masuknya investor ke aset berisiko usai pengumuman gencatan senjata.

“Namun, penguatan rupiah kemungkinan mentok di kisaran Rp16.200. Di bawah itu, bakal berat,” ucap Ariston.

Ia juga mengingatkan jika konflik bisa kembali meledak kapan saja. Ketidakpastian dari perang dagang, tensi geopolitik, hingga ancaman konflik baru tetap mengintai pasar global.

Indonesia Harus Siaga

BACA JUGA:Tanpa Undang Teman, Kamu Bisa Dapat Saldo DANA Rp200 Ribu dari Aplikasi Ini! Begini Caranya

BACA JUGA:3 'Jurus' BI Agar Rupiah Tak Terus Anjlok Dihantam Perang Iran-Israel

Di dalam negeri, World Bank mengingatkan jika ekonomi Indonesia rentan terhadap guncangan global.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi hanya 4,7% di 2025 dan 4,8% di 2026.

Ini melanjutkan tren melambat usai Q1-2025 yang hanya tumbuh 4,87%.
Kondisi ini tentu berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan ekstrem, apalagi di tengah memburuknya kinerja ekspor-impor dan menurunnya investasi asing.

Kategori :