Nissan Livina tampil lebih elegan dengan gaya V-Motion khas Nissan, tapi tidak seagresif Xpander.
Suzuki Ertiga masih setia dengan desain kalem dan konservatif, walau varian hybrid mencoba menyegarkan penampilannya.
Secara keseluruhan, desain Kijang 2026 kemungkinan besar akan mencuri perhatian di kelasnya.
6. Efisiensi Bahan Bakar dan Elektrifikasi
Efisiensi kini jadi faktor utama di tengah harga BBM yang terus naik.
Kijang 2026 unggul dengan opsi hybrid 21 km/l dan varian BEV yang sanggup menempuh 300–400 km sekali isi daya, sangat cocok untuk penggunaan harian di perkotaan.
BACA JUGA:Masih Dicari! Mobil Toyota Kijang Super G 1994 Bikin Mobil Baru Minder, Tahan Banting Gila-Gilaan!
Xpander dan Livina masih mengandalkan mesin bensin biasa dengan konsumsi sekitar 12 km/l.
Sementara Ertiga menyuguhkan efisiensi hingga 20 km/l berkat sistem mild-hybrid yang hemat namun tetap praktis.
Dari segi efisiensi, Ertiga layak dipertimbangkan, tetapi Kijang unggul karena menawarkan pilihan lebih hijau dan canggih.
7. Nilai Jual Kembali dan Keandalan
Toyota Kijang adalah legenda hidup dalam dunia otomotif Indonesia, dikenal dengan ketangguhan, keandalan, dan nilai jual kembali tinggi.
Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun dan populasi lebih dari 2 juta unit, Kijang adalah “mobil sejuta umat” yang tetap diminati pasar bekas.
BACA JUGA:Jangan Keliru! Ayo Intip Konsumsi Bahan Bakar Mobil Toyota Kijang Kapsul, Worth It Buat Masa Kini?
Mitsubishi Xpander dan Suzuki Ertiga juga memiliki reputasi baik, namun tidak sekuat Toyota dari sisi resale value.
Nissan Livina, meski andal, masih terbatas dalam distribusi dan kurang populer di pasar second.