Dengan kekuatan akademik dan keterlibatan mahasiswa di lapangan, intervensi kebijakan sosial bisa berjalan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Ngaku Digoda Duluan, Polisi di Sidoarjo Terbukti Cabuli Adik Pacarnya dan Hanya Dipenjara 5 Bulan
“Kampus punya SDM intelektual, punya mahasiswa yang bisa digerakkan, dan punya semangat perubahan. Inilah yang kita butuhkan untuk menyukseskan strategi pemerintah dalam menghapus kemiskinan ekstrem,” tambahnya.
Dengan semangat revolusi kesejahteraan, pemerintah menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem bukan hanya melalui bantuan langsung tunai atau bansos, tapi lewat pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan, pelatihan, dan riset.
Orasi ilmiah Gus Ipul menjadi penanda komitmen kuat pemerintah dalam membangun Indonesia dari akar rumput, dimulai dari kampus, desa, dan anak-anak bangsa yang belum mendapat akses pembangunan secara merata.