BACAKORAN.CO - Netanyahu selaku Perdana Menteri Israel dan Menteri Pertahanan Israel Katz membantah adanya tudjhan mengenai penembakan warga Gaza.
Dalam laporan tersebut disebut jika militer Israel dengan sengaja menembaki warga yang antri bantuan atas perintah.
Dilansir kantor berita The Associated Press dan Al Arabiya, Sabtu (28/6/2025), Netanyahu dan Katz mengatakan laporan harian Israel yang condong ke kiri.
Ia mengungkapkan ini adalah sebuah kebohongan jahat yang dirancang untuk mencemarkan nama baik militer.
BACA JUGA:Tragedi Mencekam di Penjara Evin: 71 Orang Tewas Akibat Serangan Udara Israel ke Teheran
"Ini adalah kebohongan kejam yang dirancang untuk mendiskreditkan IDF (Pasukan Pertahanan Israel), tentara paling bermoral di dunia," tegas pernyataan bersama Netanyahu dan Katz.
Dalam terbitan Haaretz, saksi-saksi mata warga Palestina mengungkapkan bahwa pasukan Israel telah menembaki kerumunan di jalan menuju lokasi pusat distribusi bantuan tersebut.
Menanggapi ini, militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki insiden di mana warga sipil telah terluka saat mendekati lokasi tersebut.
Militer Israel menolak tuduhan artikel tersebut tentang "tembakan yang disengaja terhadap warga sipil."
BACA JUGA:Biadap! Israel Diduga Selundupkan Narkoba ke Tepung Bantuan untuk Para Warga di Gaza, Apa Tujuannya?
Sebelumnya tentara Israel kembali menembak mati warga Palestina yang sedang mencari bantuan kemanusiaan di titik distribusi Gaza Humanitarian Foundation (GHF), lembaga yang didukung Israel dan Amerika Serikat (AS).
Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) menginformasikan, tiga orang terbunuh usai ditembaki tentara Israel saat menunggu bantuan di dekat Koridor Netzarim, di bagian tengah Gaza.
Sumber-sumber tenaga medis di Palestina mengatakan, total 51 orang terbunuh dalam serangan Israel di berbagai lokasi di Gaza pada Kamis (26/6/2025).
Korban termasuk lima orang yang terbunuh dalam serangan udara Israel di kawasan Al-Mawasi yang ditetapkan Israel sebagai "zona aman."
BACA JUGA:Gencatan Senjata Iran-Israel: Sekadar Penundaan atau Awal Dialog?