Sebelumnya, perusahaan ini juga pernah disebut dalam investigasi serupa di sektor minyak goreng, yang kini memunculkan pertanyaan besar soal praktik bisnis menyeluruh mereka di Indonesia.
Analisis: Permainan Kartel di Balik Krisis Beras
Sebuah analisis tajam dari akun X @strike653811 menyoroti adanya pola permainan kartel pangan yang kuat, yang disebut memiliki pengaruh lebih besar daripada lembaga resmi seperti Bulog.
Kartel ini diyakini:
• Mengatur pasokan dan distribusi untuk menciptakan kelangkaan buatan
• Menahan stok untuk menaikkan harga pasar secara sistematis
• Menekan petani kecil dengan membeli hasil panen di bawah harga wajar
BACA JUGA:Bantuan Beras Gratis untuk 18,2 Juta KPM Siap Digelontorkan Awal Juli 2025, Begini Mekanismenya!
BACA JUGA:Kabar Baik! Bansos Bantuan Pangan Beras 2025 Bakal Cair Mulai Juli 18,3 Juta KPM Dapat 20 Kg Beras
• Memanipulasi harga jual ke konsumen, merugikan semua pihak kecuali produsen besar
Dijelaskan pula bahwa Bulog, meski punya niat menjaga stabilitas harga, kerap kalah kekuatan karena keterbatasan anggaran, kapasitas penyimpanan, dan ketergantungan pada impor.
Ketiadaan data stok transparan dari produsen besar membuat kontrol pemerintah semakin lemah.
@GabrielleNass01 (16:44 2025-07-11 UTC): "Dan yang kena cuma Tom Lembong dgn dakwaan memperkaya produsen tetapi tidak memperkaya diri sendiri. Agak ajaib sih ini, gimana menurut kelen disana @KejaksaanRI"
@bapakmumana (18:33 2025-07-11 UTC): "Astaghfirullohaladzim, ini yg merk sania oplosan?.pada gila² orang² rakus ini ya. mereka hidup utk apa sihhidup cm makan, tidur,ibadah n kerja yg benar. Ini malah jahat sm orang byk, kl hsl oplosan bikin penyakit,dobel dosanya"
BACA JUGA:Beras Mahal di Mana-mana, Harganya Tembus Rp 54 Ribu per Kilo di Daerah Ini!