"JT TOKOPEDIA, JZ LAZADA, JX TIKTOK, JP SHOPEE, JO DAN 13 MURNI PAKET DR INDIVIDU."
BACA JUGA:Terbongkar! Ladang Ganja 25 Hektare di Aceh, Polisi Tetapkan Kurir dan Pengemas sebagai Tersangka
"JP: pemesanan shopee, JX: pemesanan tiktok, JT: pemesanan tokped, JZ: pemesanan lazada, JD/JO/13 : pemesanan reguler/perorangan dan biasanya di pakai buat tipu-tipu. Sekian dan terima kasih."
"Jp itu shopee bang Jo itu paket dari China yang isinya gatau apaan dan codnya di angka 200 sampe sejuta bang."
Dari berbagai komentar tersebut, tampaknya resi dengan awalan 13 dan JO kerap dikaitkan dengan pemesanan non-platform, atau dengan kata lain dari perorangan.
Hal ini membuka celah besar untuk potensi penipuan, karena tidak ada jaminan perlindungan seperti yang biasanya tersedia dari marketplace besar.
BACA JUGA:Viral Duel Driver Ojol dan Sopir TransJakarta di Jakbar Gegara Perkara Sepele, Ini Motifnya!
Bahkan sebagian netizen menyarankan agar para kurir turut waspada dan mempertimbangkan untuk menolak pengiriman paket semacam itu jika sudah diketahui dari awal kodenya fiktif.
"Kalo abang kurirnya ngak nerima paket itu, ngak bisa ya? Kan udah tau dari kode seri nya tuh kalo itu fiktif."
Situasi ini mencerminkan betapa pentingnya edukasi digital di tengah masyarakat.
Para konsumen sebaiknya memahami sumber dan jenis pengiriman sebelum menerima barang, terlebih jika dilakukan dengan metode COD (Cash on Delivery).
BACA JUGA:Rencana Kenaikan Tarif Ojol Picu Polemik, Driver: Malah Bikin Tambah Susah!
Pesan bijak dari netizen pun turut menghiasi kolom komentar