Serangan Israel Picu Ketegangan: Suriah Siap Perang di Timur Tengah?

Sabtu 19 Jul 2025 - 06:27 WIB
Reporter : Ayu
Editor : Ayu

BACAKORAN.CO - Pemerintah Suriah kembali memberikan klarifikasi atas isu yang tengah bergulir mengenai kemungkinan pengerahan pasukan ke Provinsi Sweida.

Sebuah wilayah di bagian selatan Suriah yang belakangan ini mengalami lonjakan konflik antara dua kelompok etnis besar, yaitu suku Druze dan Bedouin. 

Pertikaian antarkelompok ini tidak hanya menciptakan ketegangan lokal, tetapi juga memancing keterlibatan internasional, terutama dari Israel.

Yang mengambil langkah militer dengan menyerang beberapa titik penting di wilayah Suriah, termasuk Sweida dan Damaskus.

BACA JUGA:Gibran Siap Dampingi Prabowo Hadiri Kongres PSI di Solo: Bakal Ada Kejutan Politik?

BACA JUGA:Cucu Mariyati Soedibyo Curhat, Suaminya yang Menjabat Kapolsek di Jaksel Selingkuh dengan Iris Wulur

Pernyataan tegas dari pihak Suriah disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Suriah, Noureddin Al Baba, dalam wawancaranya dengan media lokal. 

Baba dengan lugas membantah kabar yang menyebutkan bahwa pemerintah berencana melakukan pengerahan militer besar-besaran ke Sweida. 

“Pemerintah tidak bersiap untuk dikerahkan ke Provinsi Sweida,” ujar Baba, dikutip Bacakoran.co dari CNBC Indonesia, Sabtu (19/7). 

Konflik di Sweida bukanlah sesuatu yang baru. Beberapa hari sebelumnya, wilayah tersebut telah menjadi ajang pertempuran sengit antara kelompok bersenjata Druze dan Bedouin. 

BACA JUGA:Vonis Tom Lembong 4,5 Tahun Penjara, Ramai Netizen Sentil Isu Erika Carlina Hamil, Benarkah Pengalihan Isu?

BACA JUGA:Bravy Makin Bucin Usai Erika Carlina Ngaku Hamil, Ungkapnya Komitmen Lewat Story IG

Ketegangan yang meningkat sempat mendorong pihak pemerintah untuk mengirimkan pasukan ke daerah tersebut. 

Namun, dengan tercapainya kesepakatan gencatan senjata, pasukan Suriah ditarik mundur dari Sweida. 

Gencatan senjata ini seharusnya menjadi titik balik menuju perdamaian, tetapi kenyataan berkata lain. 

Kategori :