Laporan Investigasi Ungkap Pesawat Maut Jeju Air Tewaskan 179 Penumpang Tersebut Karena Kesalahan Pilot!

Rabu 23 Jul 2025 - 12:41 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

BACAKORAN.CO - Kecelakaan maut pesawat Jeju Air yang tewaskan 179 orang, berdasarkan hasil investigasi adalah kesalahan pilot.

Berdasarkan hasil investigasi tersebut, Badan Investigasi Kecelakaan Penerbangan dan Kereta Api Korea (ARAIB) ungkapkan pernyataan tersebut.

Dari hasil laporan tersebut mengatakan penyebab utama kecelakaan maut pesawat Jeju Air adalah kesalahan pilot.

Perwakilan ARAIB menyebutkan hasil temuan ini  dalam pertemuan dengan para keluarga korban.

BACA JUGA:Setelah Kecelakaan Pesawat Jeju Air, Dinding Beton di Bandara Muan Akan Dibongkar

Dalam penjelasan itu, ARAIB membeberkan bahwa sang pilot seharusnya mematikan mesin kanan (nomor dua) yang rusak akibat tabrakan burung.

Tapi berdasarkan data penerbangan dan rekaman suara kokpit, mesin kiri (nomor satu) yang dalam kondisi normal malah dimatikan.

“Rekaman menunjukkan perintah matikan mesin nomor dua, tetapi tindakan yang dilakukan adalah mematikan mesin nomor satu. Ini menunjukkan kemungkinan kebingungan dalam kondisi darurat,” ujar ARAIB.

ARAIB juga menuturkan bahwa roda pendaratan sebelumnya tidak diaktifkan, menandakan bahwa pilot tidak sempat atau tidak berencana melakukan pendaratan normal.

BACA JUGA:Fakta Baru, Black Box Pesawat Jeju Air Berhenti Merekam 4 Menit Sebelum Tabrakan dan Ledakan Terjadi!

Lembaga ini juga membuat pernyataan akan menyelidiki lebih lanjut pelatihan dan kesiapan tanggap darurat kedua pilot.

Sebelumnya penyelidikan mengenai kecelakaan fatal pesawat Jeju air terus berlangsung salah satunya mengenai kotak hitam atau black box yang ada pada pesawat tersebut.

Pada black box yang ditemukan tidak terdapat data selama 4 menit terakhir sebelum tabrakan dan ledakan itu terjadi berdasarkan otoritas investigasi, pada Sabtu (11/1/2025).

Berdasarkan otoritas Korea Selatan, analisis oleh Badan Keselamatan Transportasi Nasional  Amerika Serikat (NTSB) pada perekam data penerbangan (FDR) dan perekaman suara kokpit (CVR) pesawat Jeju Air, menunjukkan jika rekaman pada kedua perangkat berhenti 4 menit sebelum pesawat tersebut menabrak pemancar sinyal pemandu.

FDR dan CVR ini berhenti merekam data mulai pukul 08.59 yang membuat penyelidik kesulitan menganalisis situasi pada saat itu.

Kategori :